KabarSunda.com- Maurarar Sirait siap mewujudkan janjinya berinvestasi di Persib Bandung.
Maurarar Sirait sebelumnya sempat ingin berinvestasi di Persib dengan uang senilai Rp 100 miliar.
Janji ini diungkapkan Maurarar Sirait tepat setelah Persib mengangkat Piala Juara Liga 1 2024-2025 pada tanggal 24 Mei lalu.
Belum lama ini, Maurarar Sirait kembali mengungkit terkait janji tersebut.
Pria yang kini menjabat sebagai Mentri Perumahan dan Kawasan Permukiman itu bahkan mengaku sudah menyiapkan uang sebesar Rp 100 miliar.
Namun, Maurarar Sirait memberikan syarat.
Syarat tersebut yakni Persib harus ada IPO.
IPO adalah proses di mana suatu perusahaan swasta pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik di bursa saham.
Hal ini sekaligus membuka kemungkinan perusahaan untuk mendapatkan modal dari investor melalui penjualan saham.
Bila syarat terpenuhi, Maurarar Sirait siap memenuhi janjinya.
Hebatnya, angka Rp 100 miliar merupakan jumlah minimal.
“Itu (Rp 100 miliar) paling minim.”
“Sekarang saya masuk IPO.”
“Karena kalau lebih cepat saya masuk lebih cepat tergantung pak Glenn.”
“Soalnya dananya sudah saya siapkan,” kata Maurarar Sirait.
Sementara itu, Glenn Sugita selaku CEO Persib sebelumnya menegaskan bahwa finansial klubnya semakin baik.
Glenn Sugita pun menegaskan siap mengambil langkah menuju IPO.
“Kami melihat sekarang klub jauh lebih sehat, secara manajemen maupun struktur bisnis.”
“Ini membuat kami merasa bahwa langkah IPO bukan lagi mimpi, tapi sesuatu yang bisa segera diwujudkan,” kata Glenn, dilansir BolaSport.com dari laman resmi Persib.
Cek Kesiapan Persib sebagai Tuan Rumah Piala Presiden 2025
Ketua Steering Committee (SE) Piala Presiden Maruarar Sirait masih menggodok kesiapan penyelenggara menjelang turnamen pramusim Liga 1, Piala Presiden 2025.
Musim depan, Kota Bandung ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Piala Presiden 2025. Ara—sapaan Maruarar—berencana untuk meninjau Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 4 Juni 2025.
“Saya dengan Pak Farhan (Wali Kota Bandung) dan pak Glenn (CEO PT Persib Bandung Bermartabat) akan ke GBLA untuk melihat kesiapan Persib menjadi tuan rumah Piala Presiden. Siap nggaknya, besok mau tanya yang jelas,” kata Ara saat ditemui di Kota Bandung, Selasa, 3 Juni 2025.
Ara menuturkan, Piala Presiden 2025 akan diikuti oleh empat peserta. Tahun ini, mereka mengundang dua klub sepak bola luar negeri.
“Pesertanya dari luar negeri dan dua dari dalam negeri. Dari dua (peserta), satu itu juara (Liga 1). Tuan rumahnya kalau Persib Bandung siap, saya tunjuk jadi tuan rumah,” ucap dia.
Persib Bandung sebagai kampiun Liga 1 2024/25 otomatis menjadi peserta turnamen Piala Presiden. Tiga klub lainnya berdasarkan informasi ialah Liga Indonesia All Stars, Port FC (Thailand), dan Oxford United FC (Inggris).
Menurut Ara, kedatangannya ke Stadion GBLA besok sore adalah untuk melihat kesiapan Persib dalam menyelenggarakan pertandingan sekelas Piala Presiden.
Hal ini penting, mengingat pada pertandingan terakhir Liga 1 Persib melawan Persis, terjadi insiden perusakan fasilitas stadion hingga menyalakan flare oleh suporter Bobotoh.
Ara pun membuka opsi untuk memindahkan venue pertandingan ke Stadion Si Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung.
“Lihat dulu, siap tidak baru bicara. Jangan ngomong dulu, kalau siap lahir batin, keamanan, lapangan dan segala macam di Kota Bandung. (Opsi Jalak Harupat) Ya kami bicarakan,” ungkapnya.
“Kalau pesertanya empat, sementara empat, tetapi bisa berubah. Untuk waktunya awal Juli,” tandasnya.











