KabarSunda.com- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan angka kematian ibu dan anak di Provinsi Jawa Barat turun hingga 8 persen dari total angka nasional.
“Harapan saya kalau bisa di bawah 8 persen, Jawa Barat 8 persen dari nasional,” kata Budi saat ditemui di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (10 Juni 2025).
Target ini menyusul masih tingginya angka kematian ibu dan anak secara nasional. Saat ini tercatat ada 4.700 kematian ibu dan 34.000 kematian anak di Indonesia. Dari jumlah tersebut, Jawa Barat menyumbang sekitar 17 persen.
Sebagai upaya menekan angka kematian, Kementerian Kesehatan menggulirkan program kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Tiga kabupaten di Jabar menjadi fokus utama program ini karena memiliki angka kematian yang tinggi. Ketiganya dijadikan pilot project, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Garut.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik target dari Kementerian Kesehatan. Bahkan, ia menargetkan penurunan yang lebih ambisius, yaitu hingga 4 persen.
“Kita pengen 4 persen semuanya,” kata Dedi.
Dedi menambahkan, pihaknya telah memberikan arahan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk memberi insentif kepada tenaga kesehatan dan kepala desa yang berhasil menekan angka kematian ibu dan anak, serta kasus stunting.
“Coba dikasih bonus terhadap bidan pendampingnya apabila ada desanya berhasil menciptakan zero kematian ibu dan anak, dan zero stunting,” ucapnya.
“Kepala desanya nanti kita kasih bonus agar ketua PKK-nya bergerak. Nah ini akan menjadi prioritas kita di tahun ini,” tambahnya.













