AMS Sampaikan Keprihatinan Atas Kekisruan Kepengurusan Bandung Zoo

Pengurus Pusat AMS menyampaikan sikap resminya di Sekretariat Jenderal AMS, Jl Braga No 25B, Jumat, 4 Juli 2025.

KabarSunda.com- Menanggapi insiden yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kebun Binatang Bandung, Pengurus Pusat Angkatan Muda Siliwangi (AMS) menyampaikan sikap resmi melalui konferensi pers yang digelar di Sekretariat Jenderal AMS, Jl Braga No 25B, Jumat, 4 Juli 2025.

AMS menyatakan keprihatinannya atas kericuhan yang menyebabkan korban luka di lokasi kebun binatang, yang merupakan aset sitaan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

AMS menegaskan bahwa pihak yang memberikan hak pengelolaan atas aset tersebut harus bertanggung jawab atas konflik yang terjadi.

“Peristiwa ini seharusnya tidak boleh terjadi di kota Bandung yang selama ini tentram dan kondusif,” ujar Rully Alfiady, Pj Ketua Umum AMS.

Sebagai organisasi yang terpanggil menjaga marwah budaya Sunda, AMS menegaskan keberpihakannya terhadap pelestarian Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) yang didirikan sejak tahun 1933 dan dianggap sebagai kekayaan sejarah serta budaya orang Sunda.

“Kami akan konsisten mendukung kekayaan sejarah Sunda untuk tetap dalam penguasaan orang Sunda,” tambah Rully, yang pada konferensi pers tersebut didampingi sejumlah pengurus, di antaranya Sekretaris Jenderal, Asep Andriana, Ketua Puragabaya AMS, Budi Rahman Haruman, dan Ketua Ampar Jagat AMS, Lili Setiawati.

Rully juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Rd. Ema Brata Kusumah yang telah mewariskan kebun binatang, salah satu kebun binatang tertua di Indonesia, yang kini menjadi kebanggaan warga Kota Bandung dan Jawa Barat.

Menutup konferensi pers, Rully mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi nilai-nilai historis serta kultural dari kebun binatang yang telah menjadi ikon kota Bandung

Kebun Binatang Bandung Kembali Buka

Sementara Bandung Zoo kembali beroperasi mulai Jumat (4 Juli 2025) untuk melayani wisatawan dan warga Bandung yang menikmati liburan sekolah. Bandung Zoo sempat ditutup pada Kamis, 3 Juli 2025.

“Kita kembali buka untuk melayani pengunjung,” kata Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat, 4 Juli 2025.

Menurut Sulhan, operasional kebun binatang saat ini dijalankan oleh manajemen Yayasan Margasatwa Tamansari, sesuai dengan akta nomor 40 yang diterbitkan pada Oktober 2024 dan diketuai oleh Bisma Bratakusuma.

“Menurut kuasa hukum kami, akta inilah yang berlaku dan masih sah. Buktinya segala aliran dana non tunai masuk ke rekening yayasan dengan akta tersebut,” jelasnya.

Bandung Zoo juga memberlakukan tarif tiket khusus liburan sebesar Rp 65.000 per orang. Pengunjung diimbau untuk melakukan pembayaran secara non-tunai guna mempercepat transaksi di pintu masuk, meskipun pembayaran tunai tetap dilayani.

“Sebagai informasi, pengunjung rata-rata kita selama liburan sekolah ini di atas 1.500 orang per hari,” ungkap Sulhan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk kembali berwisata di Bandung Zoo, seraya memastikan pelayanan tetap optimal meski sebelumnya sempat terjadi masalah internal.

“Silakan pengunjung kembali menikmati liburan di Bandung Zoo. Kami menjamin pelayanan tetap prima meski kemarin sempat terjadi gonjang-ganjing. Tak lupa untuk para pengunjung yang ingin botram, kami persilakan. Ada tempat botram ideal di area hutan pinus. Selamat berwisata,” tutur Sulhan.

Sebelumnya, Bandung Zoo sempat ditutup untuk kesekian kalinya pada Kamis (3 Juli 2025) karena dualisme pengelolaan.

Hal ini bahkan sampai membuat Wali Kota Bandung Muhammad Farhan gerah karena konflik berkepanjangan antara dua pihak pengelola yang tak kunjung menemukan solusi.

Saat ini, pengelolaan Kebun Binatang Bandung dilanda dualisme antara Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) dan Taman Safari Indonesia (TSI).

Situasi ini menimbulkan miskomunikasi dalam perawatan satwa, bahkan disebut-sebut telah menyebabkan kematian beberapa hewan.

“Iya, makanya saya mengimbau pada manajemen jangan berantem terus. Aparat sudah turun, pemerintah sudah turun, kurang apa? Ini lama-lama kita capek ngurusnya, karena berantem internal terus,” ujar Farhan di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (3 Juli 2025).

Farhan menyebut pemerintah sudah berulang kali turun tangan dan memfasilitasi pertemuan untuk meredam konflik. Namun, setiap ada kesepakatan, perseteruan selalu kembali terulang.

“Tiap kali kita turun, berembuk, ada kesepakatan, kita pulang, terus berantem lagi, berembuk lagi, berantem lagi. Terus masing-masing pihak membawa nama-nama besar. Enggak usah bawa nama-nama besar lah, ini Kota Bandung, sok selesaikan,” tegasnya.