Kepala Sekolah dan Komite Akui Pungutan Dilakukan Tanpa Musyawarah

KabarSunda.com- Asep Somantri, Plt Kepala Sekolah SDN Percobaan Kabupaten Bandung didampingi mantan Kepala sekolah Aan Suryana dan Komite sekolah Ai Rohaya mengakui bahwa pungutan SPMB tahun 2025 tidak melalui rapat terlebih dahulu dengan orang tua.

Pihak komite sekolah hanya memberi tahukan kebutuhan sekolah,hal ini dikatakannya saat dimintai klarifikasi di kantornya.

Sementara Aan Suryana, mantan Kepala Sekolah SDN Percobaan yang ikut hadir menjelaskan, SPMB tahun 2025 berdasarkan hasil koordinasi dengan pemangku kebijakan kuota pada tahun ini sebanyak 160 siswa atau 4 rombel (rombongan belajar).

Terkait adanya pungutan terhadap orang tua,ia membenarkan tapi anggarannya tidak sebesar itu melainkan bervariasi, tergantung kemampuan orang tua murid.

“Sumbangan orang tua murid ini setiap tahun ada, besarannya pun tergantung kebutuhan sekolah, seperti tahun ini kebutuhan sekolah merehab lantai aula,” ujar Aan.

Pihaknya juga pernah mengajukan permohonan bantuan untuk merevitalisasi total aula kesana-kemari, maupun CSR namun hasilnya nihil adapun anggaran yang kita perlukan sekitar Rp 1,5 miliaar.

Sebelum 30 Juni pihak komite sekolah sudah melakukan perencanaan kebutuhan sekolah

“Insha Allah penggunaan dananya dapat dipertanggung jawabkan,karena ini tatakelola yang dilaksanakan oleh komite disampaikan kepada para orang tua selalu donatur. Untuk sumbangan seperti sudah biasa di SDN percobaan ini setiap tahun pun ada,” kata Aan.

Dijelaskan Aan, ada empat sumber pendanaan sekolah, Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) , CSR, partisipasi orang tua murid dari kegiatan Eskul dan murni dari sekolah yaitu pendapatan dari kantin.

“Kalau dari CSR sampai saat ini kami belum ada. untuk BOSP pada tahun ini mendapat sekitar Rp 700 juta selama setahun. Peruntukannya sangat kurang untuk Sapras, 50 persen penggunaan dana BOSP ini untuk belanja pegawai. Untuk guru honorer sebanyak 24 orang, sekuriti 3 orang, tata usaha dan perpustakaan,” pungkas Aan.