Krisis Guru Memburuk, 23 SD di Bogor Digabung Jadi 11 Sekolah

KabarSunda.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, berencana menggabungkan atau merger 23 sekolah dasar (SD) menjadi 11 sekolah.

Secara teknis, penggabungan akan dilakukan dengan perbandingan dua sekolah menjadi satu.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk mengatasi krisis tenaga pengajar yang tengah dihadapi dunia pendidikan di wilayahnya.

“Jadi beberapa SD akan kami laksanakan penggabungan atau merger,” kata Dedie, Rabu, 13 Agustus 2025.

“Kenapa harus kami laksanakan merger? Karena yang namanya defisit guru itu semakin hari semakin membesar,” lanjut dia.

Dedie mengaku belum dapat memprediksi jumlah penambahan guru di Kota Bogor dalam lima tahun ke depan.

Untuk itu, ia berharap penggabungan sekolah ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan guru.

“Jadi artinya ini (merger) salah satu jalan yang harus ditempuh untuk mengatasi berbagai persoalan di bidang pendidikan, khususnya kelangkaan guru,” ujarnya.

Selain krisis guru, Dedie mengungkapkan puluhan SD di Kota Bogor juga belum memiliki kepala sekolah. Hingga saat ini, terdapat 43 posisi kepala sekolah yang masih kosong.

Dengan upaya merger, Dedie berharap permasalahan tersebut dapat diatasi.

“Kemudian ada 43 posisi kepala sekolah yang kosong, posisi ini harus kami isi. Salah satunya kalau dengan merger akan terbantu,” katanya.

“Tapi untuk pemenuhan syarat bagi kepala sekolah, saya minta Disdik untuk segera (menindaklanjuti). Apa saja kriteria yang bisa dipenuhi atau menunggu proses merger,” ucap Dedie.