KabarSunda.com- Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, angkat bicara terkait pernyataan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menyebut salah satu dosen Unpad “bodoh”.
Ucapan Susi itu terkait dengan Keramba Jaring Apung (KJA) dan budidaya lobster di Pangandaran yang disampaikan beberapa waktu lalu.
“Ini harus dipecahkan bersama dengan situasi yang baik dan niat yang baik. Prinsipnya, di ruang publik kita sebaiknya berbicara secara lebih baik, karena kata-kata bisa diimplikasi masyarakat menjadi macam-macam,” ujar Arief mengomentari pernyataan Susi, Rabu, 27 Agustus 2025.
Saat ini, pihaknya masih mengkaji apakah pernyataan tersebut perlu ditindaklanjuti ke jalur hukum atau cukup diselesaikan melalui komunikasi.
“Kita akan coba kaji mendalam, apakah ini melibatkan Unpad secara umum atau masih bersifat personal. Kami akan tindaklanjuti,” katanya.
Arief menekankan, Unpad tetap konsisten menjaga prinsip akademik. Persoalan yang berkaitan dengan penelitian budidaya lobster maupun keramba jaring apung (KJA) harus disikapi secara ilmiah.
Alumni Unpad Desak Jalur Hukum
Sementara itu, perwakilan Ikatan Alumni (IKA) Unpad, Jauhari, menilai pernyataan Susi sudah masuk kategori penghinaan dan pencemaran nama baik.
“Apa yang disampaikan Susi merupakan penghinaan. Jika Unpad menempuh jalur hukum, IKA siap membantu,” tegas Jauhari.
Fakultas: Dosen Hadir atas Nama Institusi
Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad, Prof Yudi Nurul Ihsan mengatakan, ucapan Susi tersebut disampaikan ke Prof Rita, salah satu guru besar FPIK Unpad.
Yudi menegaskan, kehadiran Prof Rita di acara di Pangandaran bukan atas nama pribadi, melainkan mewakili institusi.
“Prof Rita hadir sebagai wakil dekan bidang riset sekaligus PIC riset Balai Benih Ikan (BBL) di Pangandaran. Jadi jelas bahwa beliau hadir mewakili Unpad,” kata Yudi.
Untuk itu, ia menyayangkan dengan kata-kata kasar yang dilontarkan Susi. Meski demikian, pihaknya tetap membuka ruang dialog untuk Susi.
“Mengenai upaya bertemu susi, Unpad sifatnya menunggu dan hanya merespons ke media,” tutur dia.
Upaya untuk mempertemukan Unpad dengan Susi dilakukan tokoh sunda Eka Santosa. Menurut Eka, salah satu anak Susi mengontak dirinya, untuk melaksanakan pertemuan tersebut.
Namun rencana tersebut mentah kembali setelah Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pangandaran Jeje Wiradinata datang.
Berita sebelumnya, polemik keberadaan KJA di Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, kian panas. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dengan lantang menyatakan penolakannya, Rabu, 13 Agustus 2025.
Sikap Susi mendapat dukungan dari Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran yang juga mantan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, serta Bupati Pangandaran saat ini, Citra Pitriyami.
Ratusan pelaku wisata dan nelayan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Para Pelaku Wisata Pangandaran (FKP2WP) turut hadir.
Bukan hanya soal lingkungan, pernyataan Susi Pudjiastuti yang menyebut Universitas Padjadjaran (Unpad) “bodoh” ikut menjadi sorotan.
Wakil Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unpad, Budi Hermansyah, menyayangkan ucapan tersebut.
“Tendensi dari keluarnya kata-kata ‘bodoh’ yang ditujukan ke guru besar Unpad sama dengan menghina Unpad sebagai lembaga pendidikan tinggi,” ujar Budi.
Menurut Budi, alumni Unpad sejak 1950-an sudah berkontribusi besar di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, BUMN, politik, hingga swasta.
Ia juga menyinggung keberadaan Kampus Unpad Pangandaran yang sejak 2016 menjalankan Program Studi Perikanan Laut Tropis.
“Apabila ada perbedaan pendapat, silakan dibantah dengan argumentasi ilmiah, bukan dengan kata-kata yang kurang pantas,” katanya.











