KabarSunda.com- Seniman dan pelaku seni yang terhimpun dalam komunitas Pusat Olah Seni Sunda Pasundan (POSS Pas) Garut menggelar “Pasanggiri Rampak dan Anggana Sekar” antar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA se-Kabupaten Garut.
Kegiatan akan diselenggakan di Bale Paminton Inten Dewata, Jalan Jendral Ahmad Yani, Garut Kota pada Sabtu-Minggu, 20-21 September 2025.
Ketua panitia Irno Sukarno menyatakan, kegiatan ini memperebutkan piala bergilir Bupati Garut, Kepala Disparbud Garut dan Kepala Dinas Pendidikan.
Irno yang juga merupakan Dewan Penasehat dari DKG menyampaikan, bahwa pada ahir Agustus 2025 lalu telah dilaksanakan pertemuan teknis (Technical Meeting) membahas rencana pelaksanaan kegiatan tersebut, yang dihadiri oleh sebagian perwakilan peserta, yang sudah melakukan pendaftaran.
Menurut Irno, entah telah berapa lama kegiatan Pasanggiri Rampak Sekar dan Anggana Sekar dengan peserta anak-anak sekolah tidak pernah lagi diselenggarakan di Kabupaten Garut, atau bahkan di Jawa Barat.
“Sehingga tak heran jika anak-anak malah lebih hafal lagu-lagu pop, dangdut atau bahkan lebih hafal lagu Korea dan lagu barat ketimbang kawih atau lagu Sunda.” kata Irno, Senin, 15 September 2025.
Dikatakan Irno, atas dasar itu tentunya berimbas pada hal lain akibat tidak pernah lagi atau jarangnya dilatih, diperdengarkan dan dilombakan lagu-lagu atau kawih sunda ini pada menurunnya rasa nasionalisme dikalangan generasi muda.
“Dulu atau setidaknya pada masa awal kemerdekaan di Tatar Sunda sering terdengar lagu-lagu yang membakar semangat perjuangan 1945, karya Mang Koko & Karna Yudibrata), ” ucapnya.
Begitupun juga dengan kawih “Kembang Tanjung Panineungan” karya Mang Koko yang mengisahkan masa “Pagar Betis” penangkapan gerombolan DI/TII sangat kental akan heroisme mempertahankan keutuhan NKRI dari pasukan / kelompok separatis.
“Dengan demikian jangan dilihat dari lagu jadulnya tetapi tengoklah keberadaan syair atau rumpaka dalam istilah Basa Sunda, yang senantiasa actual sampai kapanpun sepanjang NKRI masih berdiri dan ingin tetap bersatu.” katanya.









