KabarSunda.com- Hutan di kaki Gunung Wayang, di Selatan Kabupaten Bandung dijadikan kawasan habitat macan tutul.
Pemprov Jabar menyusun rencana pembangunan Pusat Konservasi dan Rehabilitasi Satwa Macan Tutul (PKRSMT).
Informasi dari Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat, Rabu, 17 September 2025, menyebutkan, kawasan direncanakan habitat macan tutul adalah di hutan lindung Wayang Windu. Lokasi ini termasuk kedalam kelompok Hutan Rakutak Pulus dengan Luasan sekitar 1.700 hektare.
Lokasi hutan dimaksud, merupakan kawasan hutan yang diusulkan oleh Gubernur Jawa Barat untuk perubahan fungsi.
Hutan tersebut memiliki tutupan lahan sedang hingga rapat, dengan ketinggian tempat 1.190 s.d 2.180 mdpl, kelerengan mulai 8-15% landai s.d 24-40% curam.
Dari gambaran diperoleh, lokasi hutan Wayang Windu yang dipersiapkan untuk lokasi konservasi dan rehabilitasi macan tutul berada di tepian perkebunan teh Kertasari, Desa Tarumajaya.
Pada lokasi perbatasan hutan dan kebun teh, terdapat kombinasi tegakan pohon-pohon pinus, kopi petani desa hutan, lahan ditanami sayuran, dijadikan kolam ikan, semak belukar, dll.
Bidang PKSDAE Dishut Jabar sudah melakukan peninjauan lapangan ke calon lokasi PKRSMT. Lokasi dimaksud berada di dekat Situ Cisanti. Kawasan hutan yang akan dijadikan habitat konservasi dan rehabilitasi macan tutul, akan dijadikan kawasan hutan dengan pengelolaan khusus.
Dasarnya, adalah Peraturan Menteri KLHK no.22/Menlhk/setjen/KUM.1/5/2019 ttg Lembaga Konservasi.
Humas Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Edi Kusnadi, yang dikonfirmasi pukul 16.14 WIB, sampai pukul 17.00 WIB, baru menjawab “Baru akan koordinasi dulu dengan Bidang KSDAE Dishut”.













