KabarSunda.com- Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa sampai saat ini di Kabupaten Garut baru ada 58 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah berjalan. Sedangkan targetnya dibutuhkan 300 SPPG.
Dikatakan Syakur, bahwa program ini masih dalam tahap awal, dan akan terus berproses. Target masih belum tercapai karena dari target ideal 300 SPPG, namun saat ini baru 58 SPPG yang berjalan.
“Makanya kami sedang mencari bentuk komunikasi dan pengawasan yang ideal.
Dan program ini harus benar-benar sampai, tepat sasaran, dan sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat.” ujarnya.
Ditanya masalah keracunan ratusan siswa di Kecamatan Kadungora, yang diduga dari makanan bergizi, Bupati menyatakan bahwa insiden ini sebagai sebuah musibah.
Bahkan Ia mendesak pihak berwenang untuk segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas penyebab kejadian tersebut.
”Tentunya kita minta ke pihak berwenang untuk menindaklanjuti saja itu kan musibah kita juga tidak ingin. Tapi itu semua harus jadi pelajaran. Itu kewenangannya dari BGN nanti kita coba komunikasikan,” ujarnya.
Penanganan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melibatkan sejumlah pihak dan kewenangan. Ia menjelaskan program ini menugaskan tiga orang yang ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), yaitu seorang manajer, dan dua orang yang bertugas menjamin gizi dan mutu makanan.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Garut tidak lepas tangan. Pemerintah Daerah terus berkomunikasi dan menyediakan fasilitas untuk kelancaran program.













