KabarSunda.com- Bandung terus menunjukkan keseriusannya dalam menjaga agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
Pemerintah Kota Bandung memastikan program Bantuan Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) akan kembali dianggarkan pada 2026, meski tahun ini pencairannya sempat terkendala.
Kepala BKAD Kota Bandung, Agus Slamet Firdaus, menjelaskan bahwa dana bantuan RMP sebelumnya telah direncanakan masuk dalam APBD Perubahan 2025.
Namun, potensi tumpang tindih dengan program serupa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), membuat Pemkot perlu berhati-hati.
“Kami tidak ingin terjadi duplikasi program. Karena itu, bantuan RMP Kota Bandung dipastikan akan disusun matang dan dialokasikan untuk tahun 2026,” terangnya.
Tertundanya pencairan RMP 2025 tentu memunculkan kekhawatiran bagi keluarga penerima manfaat.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Kesra Kota Bandung, Nasrullah, menyebut bahwa Wali Kota Bandung telah mengundang berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pemangku kepentingan untuk membahas solusi.
Meski belum ada kepastian pencairan tahun ini, upaya mencari jalan tengah terus dilakukan agar keluarga yang membutuhkan tidak merasa ditinggalkan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Gufron, turut menegaskan bahwa regulasi yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota Nomor 36 Tahun 2025 mengatur secara rinci sasaran, penggunaan, dan mekanisme penyaluran bantuan.
Peraturan tersebut juga menyesuaikan dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang memberikan kewenangan pemerintah kota hanya untuk pendidikan tingkat SD dan SMP.
Dengan demikian, bantuan RMP untuk tingkat SMA/sederajat tidak menjadi kewajiban Pemkot Bandung.
Meski begitu, Asep menambahkan bahwa kinerja pendidikan Bandung tetap positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota ini terus menunjukkan tren peningkatan dari 81,96 pada 2021 menjadi 83,75 pada 2024—angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Kenaikan rata-rata 0,54 poin per tahun ini menjadi bukti bahwa upaya pemerintah daerah dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan telah membuahkan hasil.
Bagi banyak keluarga di Bandung, RMP bukan sekadar bantuan finansial. Ini adalah harapan agar anak-anak mereka tidak putus sekolah.
Keterbatasan ekonomi sering menjadi penghalang bagi pendidikan berkelanjutan, dan program seperti RMP adalah jembatan yang memastikan mimpi mereka tidak berhenti.
Langkah Pemkot Bandung untuk menyiapkan RMP 2026 menunjukkan bahwa meski ada tantangan administratif dan koordinasi antarlevel pemerintahan, komitmen untuk mendukung pendidikan tetap diutamakan.
Dengan perencanaan yang matang, masyarakat berharap program ini dapat berjalan lebih lancar dan tepat sasaran pada tahun mendatang.
Bandung, dengan IPM yang terus menanjak dan berbagai inisiatif pendidikan, memperlihatkan bahwa kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga generasi mudanya agar tetap memiliki masa depan cerah.













