KabarSunda.com- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadikan ayam pelung sebagai pencitraan atau branding kabupaten layaknya Kabupaten Garut dengan domba-nya.
Cianjur dikenal sebagai penghasil ayam unggulan bernilai tinggi dengan bobot dan kokok yang khas.
Kepala Disbudpar Cianjur Ayi Reza Addairobi, mengatakan berbagai upaya dan strategi dilakukan untuk mencapai target tiga juta wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang berlibur ke Cianjur salah satunya menggelar berbagai kalender tahunan.
“Kontes ayam pelung memiliki dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ini dapat menjadi branding mempertegas Cianjur sebagai penghasil ras ayam lokal unggulan yang miliki kokok panjang dan lagu seperti ayam ketawa,” kata Reza seperti dilansir dari Antara, Senin, 22 September 2025.
Keberadaan ayam pelung dari Cianjur disebut dapat dikenal berbagai kalangan dalam hingga luar negeri. Dengan begitu, ketika citra atau persepsi positif terhadap ayam pelung membuat berbagai kalangan akan langsung tertuju ke Kabupaten Cianjur.
“Sama halnya ketika orang berbicara domba tentu akan langsung menyebut Kabupaten Garut yang dikenal sebagai penghasil domba unggulan termasuk untuk domba adu dan bibit, sehingga ketika orang mencari ayam pelung tentunya akan datang ke Cianjur,” tambah Reza.
Untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat Cianjur sebagai destinasi unggulan di Jawa Barat, pihaknya juga menggenjot berbagai program tahunan lainnya seperti pagelaran seni dan budaya bertaraf nasional dan internasional termasuk melalui kegiatan olahraga.
“Ketika kontes ayam pelung digelar tentu akan berdampak terhadap angka kunjungan termasuk ke berbagai destinasi wisata yang ada mulai dari utara hingga selatan Cianjur, sehingga perekonomian juga angka meningkat,” ujar Reza.
Untuk mencapai target kunjungan wisatawan ke Cianjur, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis mulai dari peningkatan infrastruktur, perbaikan kualitas pelayanan, pemasaran dan promosi, hingga pemberdayaan masyarakat serta kegiatan pariwisata berkelanjutan.
Berbagai promosi dan pemasaran yang digencarkan terkait berbagai destinasi wisata menarik di Cianjur mulai dari wisata alam pegunungan, pantai selatan, air terjun, Situs Megalitikum Gunung Padang, Kampung Adat Miduana dan destinasi wisata lainnya.
Seiring tingginya angka kunjungan wisatawan dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Cianjur.
“Promosi dan pemasaran destinasi wisata serta ditunjang berbagai kegiatan tahunan dapat menjadikan Cianjur sebagai daerah kunjungan utama di Jabar, dengan angka kunjungan setiap tahunnya terus meningkat,” katanya.











