KabarSunda.com- Adanya pemberitaan tentang “2026, ribuan desa di jabar gak bisa nyoblos” KDMpun menjelaskan tentang hal tersebut ,dengan mengeluarkan SE Nomor 143/PMD.01/DPN-Desa tentang fasilitasi pelaksanaan pemilihan kepala desa setentak secara elektonik /digital.
SE ini mengatur persiapan ,pelaksanaan dan evaluasi pilkades elektronik, dan ada dua hal yang diperlukan agar pilkades elektronik ini berhasil yaitu infrastruktur internet yang merata di desa dan peningkatan literasi digital masyarakat desa.katanya dalam KDM On Medsos (24/ 2025).
Sebelunya, Seluruh desa di Jawa Barat akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak dengan sistem elektronik atau e-voting. Kepastian itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 143/PMD.01/DPM-Desa yang diterbitkan Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi, sebagai pedoman bagi pemerintah kabupaten dan Kota di Jabar. “SE ini memuat bagaimana persiapan, pelaksanaan dan evaluasi pilkades digital,” ujar Dedi Mulyadi seperti dikutip dari laman resmi Bapeda Jabar, Selasa (23/09/2025).
Dalam SE tersebut diatur sejumlah hal teknis, mulai dari administrasi dan pemutakhiran data pemilih, sosialisasi pemilihan, hingga pelatihan dan simulasi bagi penyelenggara. “Semua harus disiapkan secara benar dan tepat, karena ini relatif baru di Jawa Barat bahkan di Indonesia,” ungkapnya.
Dedi menegaskan, keberhasilan pilkades digital sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur internet di desa serta pemahaman masyarakat terhadap teknologi. “Maka sangat penting meningkatkan pemahaman literasi digital masyarakat di dalam tahapan pra-pilkades,” tegasnya.
Selain itu, SE juga menyinggung masa jabatan kepala desa di Jawa Barat yang akan berakhir pada 2026. Jika dalam satu desa hanya ada satu pasangan calon, maka pelaksanaan pilkades harus menunggu aturan lanjutan dari Kementerian Dalam Negeri.
“Pemda kabupaten di Jawa Barat dan (khusus) Kota Banjar yang telah melaksanakan pilkades serentak, agar melaporkan hasilnya kepada gubernur melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat,” pungkas KDM











