Sekolah Rakyat Menengah Pertama 9 Kota Bandung dan 8 Cimahi Siap Beroperasi

KabarSunda.com- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan renovasi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Kota Bandung dan SRMP 8 Cimahi.

Kini, dua sekolah yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat tersebut telah beroperasi.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan sekolah rakyat merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui akses pendidikan yang layak dan merata.

“Berkolaborasi bersama Kementerian Sosial, Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas agar dapat segera digunakan pada tahun ajaran 2025/2026,” ujar Dody, dikutip dari keterangan resmi, Minggu, 28 September 2025.

Dody juga menekankan bahwa sekolah rakyat tidak hanya menghadirkan bangunan fisik semata, tetapi juga memberikan ruang tumbuh bagi siswa-siswi agar merasa nyaman dan aman.

“Sekolah ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga rumah kedua bagi para siswa. Kami ingin memastikan setiap fasilitas benar-benar layak, aman, dan nyaman sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik,” kata Dody.

Sementara itu, Kepala SRMP 8 Cimahi Mohammad Ikhsan Ramadhan menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan pemerintah, khususnya Kementerian PU.

Menurutnya, keberadaan fasilitas yang memadai telah membuat proses belajar mengajar berjalan lancar sejak awal tahun ajaran baru.

“Kami di SRMP 8 Cimahi bisa memulai pembelajaran dari tanggal 14 Juli bersamaan dengan sekolah-sekolah lain di Indonesia,” tutur Ikhsan.

Di SRMP 8 Cimahi, sebanyak 97 siswa kini menempuh pendidikan dengan sistem asrama penuh. Para siswa mendapat pengalaman belajar formal di kelas, dilanjutkan dengan program keasramaan berupa kegiatan kebersamaan, ibadah, hingga pembentukan karakter.

“Fasilitas yang telah dibangun oleh Kementerian PU, di SRMP 8 Cimahi ini Alhamdulillah ada empat ruangan kelas, satu laboratorium IPA, satu laboratorium komputer, satu laboratorium bahasa, empat asrama, ruang guru, dan ruang kepala sekolah,” jelas Ikhsan.