KabarSunda.com – Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, H. Dudi Taufik Rahman, S.Ag., M.Pd., mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membangun peradaban unggul melalui penerapan kebiasaan baik sehari-hari guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ajakan tersebut disampaikannya saat bertindak sebagai pembina Apel Pagi di halaman Kantor Kemenag Majalengka, Senin (29/9/2025). Apel tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Majalengka Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag. M.Pd., Kasubag TU Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., beserta jajaran Kepala Seksi, Penyelenggara Zakat Wakaf, serta Pengawas Madrasah dan PAI.
Dalam amanatnya, H. Dudi Taufik Rahman menekankan bahwa visi besar Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia diproyeksikan mencapai puncak kejayaannya, sangat bergantung pada kualitas generasi muda saat ini. Menurutnya, masa depan tersebut tidak akan tercapai tanpa pembangunan karakter yang dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana.
“Ada sebuah adagium yang menyebutkan bahwa peradaban (civilization) bergantung pada budaya (culture), dan budaya bergantung pada kebiasaan kita sehari-hari (our daily life). Pertanyaannya adalah, apakah kebiasaan kita sehari-hari sudah cukup baik untuk membangun peradaban emas itu?” ujar Dudi.
Mengutip arahan dari Menteri Pendidikan, Dudi memaparkan tujuh kebiasaan baik yang fundamental untuk membangun generasi unggul. Kebiasaan tersebut meliputi:
1. Bangun lebih pagi, diutamakan sebelum waktu Subuh.
2. Melaksanakan ibadah pagi (salat Subuh bagi muslim).
3. Berolahraga secara teratur.
4. Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
5. Menumbuhkan kegemaran belajar.
6. Aktif bermasyarakat dan bersosialisasi.
7. Tidur lebih cepat dan menghindari begadang.
Ia juga menyuarakan keprihatinannya terhadap fenomena pelajar yang rajin ke sekolah namun meninggalkan ibadah salat Subuh.
“Ini menjadi tugas kita bersama sebagai orang tua untuk mengingatkan anak-anak kita agar beribadah sesuai keyakinan masing-masing,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Dudi Taufik Rahman juga menyampaikan beberapa informasi penting. Pertama, tim Zona Integritas (ZI) Kemenag Majalengka akan kembali bekerja untuk merancang program tahun depan, dengan target meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang berpotensi meningkatkan tunjangan kinerja (Tukin) hingga 90%.
Kedua, ia memohon doa restu bagi dua santri dari Pondok Pesantren Mursyidul Fallah, Sindangwangi, yang menjadi perwakilan Jawa Barat dalam ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat internasional di Wajo, Sulawesi.
“Mohon doanya agar keduanya diberikan kemudahan dan mampu meraih prestasi terbaik untuk mengharumkan nama Kabupaten Majalengka,” tuturnya.
Menutup amanatnya, Dudi menginformasikan bahwa Seksi PAI akan mengikuti rapat evaluasi program 2025 di tingkat provinsi selama tiga hari. Ia berharap seluruh aktivitas yang dijalankan menjadi ladang ibadah dan senantiasa mendapat rida dari Allah SWT.













