KabarSunda.com- Program ambisius pengembangan pertanian terpadu dataran tinggi, UPLAND (The Development of Integrated Farming System in Upland Areas), dipastikan terus berjalan di Subang meski menghadapi keterbatasan waktu.
Wakil Bupati Subang memimpin rapat koordinasi darurat dengan perwakilan Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Subang pada Rabu (8 Oktober 2025) di ruang kerjanya untuk menentukan langkah cepat.
Wakil Bupati Subang memberikan arahan tegas bahwa program harus diselesaikan seefisien mungkin dan tidak boleh melanggar batas administrasi.
“Prinsipnya, jika tidak bisa seluruhnya dikerjakan, kerjakan sebagian sebisanya. Yang penting on the track dan on the rule,” tegas Wakil Bupati.
Awalnya ditargetkan selesai 15 November, ada kemungkinan perpanjangan waktu hingga pertengahan atau akhir Desember 2025, menyesuaikan ketentuan teknis yang disepakati.
“Waktu kita hanya sekitar dua bulan. Maka, perlu dipastikan apa saja kegiatan yang realistis untuk kita laksanakan dengan anggaran yang ada,” ujarnya.
Wabup Fokuskan Empat Sektor, Abaikan Anggaran yang Tidak Realistis
Dari diskusi tersebut, disepakati bahwa kegiatan UPLAND di Subang akan difokuskan pada empat prioritas utama, yaitu pengadaan bibit, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta perbaikan jalan usaha tani.
Dinas Pertanian Subang mengakui adanya kendala teknis dari perencanaan awal, seperti harga satuan pupuk dan alsintan yang terlalu rendah, serta waktu pengadaan (terutama untuk sumur dalam dan tender bibit) yang terlalu mepet.
Dinas Pertanian berkomitmen untuk memaksimalkan anggaran yang tersedia di bawah pengawasan ketat dan membuat jadwal tertulis yang realistis. Tender umum untuk pengadaan bibit dipastikan dapat diselesaikan dalam 45 hari, dengan target pelaksanaan kontrak hingga 20 Desember 2025.
Komitmen Kementan, Apresiasi Visi Wakil Bupati Subang
Perwakilan Kementerian Pertanian menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang diambil oleh Wakil Bupati Subang. Mereka menilai kebijakan Pemkab Subang selaras dengan visi Direktorat Jenderal terkait.
“Kementerian sangat senang dengan situasi di Subang karena kebijakan Pak Wakil Bupati sejalan dengan visi misi Direktur,” ungkap perwakilan Kementan.
“Kami berharap keputusan bersama hari ini dapat menjadi acuan tetap dan tidak berubah,” imbuhnya.
Kementan juga menegaskan bahwa mereka akan mendukung penuh pelaksanaan program, asalkan administrasi, pengadaan, dan kegiatan fisik tetap berjalan sesuai regulasi.
Kesiapan bibit dilaporkan sudah ada 240.000 batang bibit bersertifikat, cukup untuk mencakup 10–11 hektare lahan.
Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman yang kuat bahwa Program UPLAND di Subang akan menjadi fondasi keberlanjutan pembangunan pertanian dataran tinggi, menjadi penggerak produktivitas, dan mendukung kesejahteraan petani demi mewujudkan Subang Ngabret.













