Pemkab Garut Salurkan Beasiswa untuk 1.125 Mahasiswa lewat Kerja Sama Perguruan Tinggi

KabarSunda.com- Pemerintah Kabupaten Garut memperluas akses pendidikan tinggi bagi warganya melalui program beasiswa bekerjasama dengan perguruan tinggi.

Sebanyak 1.125 mahasiswa telah ditetapkan sebagai penerima beasiswa dalam skema kolaboratif ini.

Penandatanganan kerja sama antara Pemkab Garut dan sejumlah perguruan tinggi untuk pelaksanaan program bantuan pendidikan digelar di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Selasa, 7 Oktober 2025.

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Rektor Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Nizar Alam Hamdani, bersama perwakilan dari 18 institusi tinggi mitra.

Skema dan Sasaran Program

Program beasiswa yang dikembangkan mencakup berbagai skema unggulan, antara lain.

  • Program 1 Desa 1 Sarjana

  • Beasiswa Mahasiswa Garut

  • KKN Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (GRADASI)

Bupati Syakur menyebutkan bahwa alokasi beasiswa saat ini masih terbatas, dan pihaknya akan terus berupaya menambah kuota.

“Saat ini terdapat 1.125 penerima beasiswa, namun ke depan akan diupayakan kuotanya ditambah sehingga bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Selain itu, kerja sama tidak dibatasi pada perguruan tinggi di Garut saja. Pemkab juga membuka peluang kemitraan dengan institusi di luar daerah, seperti Universitas Islam Negeri (UIN) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), agar mahasiswa asal Garut yang menempuh studi di luar juga mendapat manfaat.

Dalam skema Program 1 Desa 1 Sarjana, bantuan yang diberikan berupa subsidi biaya kuliah.

Jika misalnya biaya SPP sebuah perguruan tinggi adalah Rp 5 juta, maka Pemkab akan menanggung Rp 4 juta, sedangkan perguruan tinggi mitra mengambil tanggung jawab untuk menyubsidi sisanya.

Menurut STH Garut, program ini ditujukan bagi lulusan SMA/SMK/MA dalam rentang waktu maksimal dua tahun, yang memiliki nilai rata-rata minimal 75, berasal dari keluarga tidak mampu, serta tidak sedang mendapat beasiswa lain. Pendaftarannya dibatasi hingga tanggal tertentu.

Tantangan dan Harapan

Walaupun niat dan langkah telah diambil, proses pelaksanaan program ini memerlukan kehati-hatian agar tetap sesuai dengan aturan keuangan negara. Bupati Syakur menegaskan pentingnya menjaga transparansi dan akurasi dalam penetapan penerima.

Dari sisi akademik, Rektor IPI Garut menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemerintah daerah yang menempatkan pendidikan tinggi sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Garut.

Ia menekankan bahwa program seperti 1 Desa 1 Sarjana sejatinya dapat menghasilkan lulusan yang kelak menjadi agen perubahan di desa masing-masing.

Sebagai tambahan konteks, sebelumnya Pemkab Garut pernah menyatakan komitmen untuk menyediakan beasiswa kepada sekitar 1.000 mahasiswa melalui kemitraan dengan 18 perguruan tinggi.

Dengan skema yang telah disusun dan mitra perguruan tinggi yang terlibat, harapan terbesar dari program ini adalah terbangunnya ekosistem pendidikan inklusif yang tidak hanya memudahkan akses bagi warga Garut, tetapi juga mendorong kontribusi nyata masyarakat dalam pembangunan daerah dari perspektif keilmuan.