2 Hektare Sawah di Bandung Barat Longsor, Km 118 Tol Cipularang Terancam Terputus

Lahan persawahan di Kampung Tegallaja, Desa Suktani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat mengalami longsor mengancam badan jalan Tol Cipularang KM 118, Kamis, 23 Oktober 2025. dok. BPBD Bandung Barat

KabarSunda.com- Lahan persawahan di Kampung Tegallaja, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengalami longsor.

Peristiwa longsornya lahan persawahan ini mengancam badan Jalan Tol Cipularang Km 118 Jakarta arah Bandung pada Kamis, 23 Oktober 2025.

“Kami sudah melakukan asesmen dan memang betul ada longsor area persawahan dengan luasan kurang lebih 2 hektare di tepi jalan tol Cipularang,” ungkap Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Suherib, saat dikonfirmasi.

Longsor di area persawahan ini menutup saluran irigasi yang terhubung melalui gorong-gorong di bawah badan jalan.

Irigasi yang tertutup material longsor ini bisa menyumbat aliran air dan menimbulkan kubangan yang bisa memicu pergerakan tanah dan kemungkinan terburuk memutus badan jalan.

“Perkiraan terburuknya air meluap ke jalan tol dan jalan tol terputus,” kata Heri.

Tanggapan Jasa Marga

Dihubungi terpisah, Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Metropolitan Tollroad, Panji Satriya, mengatakan kondisi longsornya area persawahan yang mengancam badan tol di Km 118 belum berdampak langsung ke pengguna jalan.

“Sejauh ini tidak berdampak secara langsung ke jalan tol, jadi yang terdampak longsor itu cuma tertutupnya saluran crossing drain dari jalur A ke B yang berpotensi menyebabkan adanya genangan,” kata Panji.

Saat ini, Jasamarga sudah menerjunkan alat berat untuk mengangkat tumpukan material lumpur yang menutup irigasi agar tidak terjadi genangan.