2 Mahasiswa ITB Meninggal Sebelum Wisuda, Keduanya Lulus Cumlaude

Ibu dari Muslimah Faqih Mumtazih, menerima ijazah dari rektor ITB. Muslimah meninggal dunia sebelum wisuda. (DOK. ITB)

KabarSunda.com– Dua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) meninggal dunia sebelum wisuda. Kedua perwakilan wisudawan ini ikut menghadiri prosesi wisuda dengan air mata yang tertahan.

Mereka adalah Muslimah Faqih Mumtazih dan Azizah Fasya, yang telah berpulang tepat menjelang wisuda digelar.

Ibu dari mendiang Muslimah Faqih dan Azizah hadir dengan raut wajah yang tabah. Video penuh haru itu dibagikan oleh dosen ITB, Santoso Imam, melalui akun Instagram @santosoim dengan akun Instagram ITB.

Diketahui, para mahasiswa ini lulus cumlaude.

Dalam unggahan tersebut, tampak Rektor ITB dengan penuh hormat menundukkan badan dan memberikan salam kepada ibunda almarhumah Muslimah Faqih Mumtazih, yang hadir di kursi roda untuk menerima ijazah putrinya.

Merupakan mahasiswa berprestasi

Muslimah Faqih, dikenal sebagai mahasiswa berprestasi. Sejak kecil, ia selalu mendulang prestasi bahkan masuk ke sekolah terbaik di Indonesia.

Ia alumnus dari MAN Insan Cendekia Serpong, yang lanjut ke Jurusan Teknik Geologi ITB.

Muslimah pernah membanggakan ITB dan keluarganya dengan meraih Juara 1 Studi Kasus Geoscience Gigantic Competition UI 2023, kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Geosains Universitas Indonesia.

Momen serupa juga terjadi ketika Susilawaty, ibunda dari Azizah Fasya melangkah ke panggung untuk menerima ijazah putrinya.

Susilawaty nampak berjalan dengan berat dan dengan mata berkaca-kaca, Susilawati menerima ijazah sambil menahan tangis.

Azizah Fasyah adalah mahasiswa Fakultas Teknik Industri, prodi Manajemen Rekayasa angkatan 2021. Ia alumni dari SMAN 3 Bandung.

Azizah Fasyah baru jalani magang selama 3 bulan

Ia aktif berorganisasi selama kuliah, dan dari profil LinkedIn miliknya, baru tiga bulan lalu ia memulai magang di perusahan GE Vernova.

Saat kedua ibu ini menaiki podium, sorak tepuk tangan panjang dari para wisudawan dan tamu undangan menggema di ruangan, sebagai bentuk penghormatan dan dukungan untuk dua ibu tangguh tersebut.

Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Wisuda Pertama Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis-Jumat (23-24/10/2025) di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung. Pada periode ini, ITB mewisuda sebanyak 2.946 wisudawan dari jenjang sarjana, magister, dan doktor.

Jumlah tersebut terdiri atas 2.084 wisudawan program sarjana, 822 wisudawan program magister, dan 40 wisudawan program doktor.

Dari jumlah tersebut, 92 wisudawan meraih predikat Summa Cum Laude, 153 wisudawan meraih Magna Cum Laude, dan 570 wisudawan meraih Cum Laude.

Rektor ITB Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara MT, menyampaikan bahwa hari wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk mengembalikan ilmu kepada masyarakat.

“Hari ini bukanlah akhir, melainkan amanah baru. Amanah untuk mengembalikan ilmu kepada masyarakat dalam bentuk kontribusi nyata. Sekecil apa pun perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas akan memberi arti besar bagi kehidupan,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com.

Beliau mengajak para lulusan untuk menemukan dharma kehidupan masing-masing, sebagaimana konsep ikigai di Jepang yang menggambarkan makna hidup dan kebermanfaatan diri.

Ia menegaskan bahwa kemampuan, cinta, tanggung jawab, dan kebermanfaatan adalah empat pilar dalam menemukan dharma kehidupan.

“Setiap langkah yang diambil hendaknya tidak hanya didorong oleh ambisi, tetapi juga oleh niat tulus untuk memberi manfaat,” ucapnya.