KabarSunda.com- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jabar berencana membangun 50 unit gedung sekolah baru.
Hal tersebut dikatakan saat melantik 641 kepala sekolah setingkat SMA/SMK dan SLB di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, pada Rabu, 29 Oktober 2025).
Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan, meski dana transfer ke daerah (TKD) pada tahun anggaran 2026 berkurang Rp 2,4 triliun, Pemprov Jabar memilih untuk menambah fasilitas pendidikan.
“Anggaran Provinsi Jawa Barat berkurang, tetapi pembangunannya saya naikkin. Pendidikan kami naikkin bukan untuk pegawainya, yang dinaikkin adalah kebutuhan sekolahnya,” kata Dedi.
Menurut Dedi, pendidikan Jawa Barat dapat maju salah satunya dengan ketersediaan fasilitas gedung sekolah sebagai sarana murid menimba ilmu.
“Ruang kelasnya harus nyaman. Toiletnya harus cukup. Kelasnya ditambah. Nanti gurunya dicukupin karena ini syaratnya,” ujar Dedi.
Untuk sekolah swasta, anak dari keluarga pra-sejahtera tetap biaya pendidikannya akan ditanggung oleh Pemprov Jabar.
“Mereka bukan gratis. Mereka ini tetap bayar di sekolah swasta, tetapi bayarannya ditanggung oleh Pemprov Jawa Barat,” kata Dedi.
Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Pemprov Jabar melakukan rotasi maupun promosi kepala sekolah sesuai dengan domisili.
“Kalau dia tinggalnya di kecamatan ini, atau di kabupaten ini, harus di situ. Tidak boleh ada kepala sekolah di kabupaten ini mengajar di kabupaten lain,” ucap Dedi.
Dedi pun mendorong para siswa yang jarak antara rumah dengan sekolah dekat, maka sebisa mungkin berjalan kaki.
“Jalan kaki kan bagian dari kesehatan. Itu kan bagaimana membangun postur tubuh agar sehat, kuat,” tuturnya.











