KabarSunda.com- Suasana acara IDEAFest 2025 mendadak riuh dan penuh tawa ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat pertanyaan tak terduga dari salah satu peserta, pada Minggu, 2 November 2025.
Bukan soal ekonomi global, APBN, atau strategi fiskal pertanyaan itu justru datang dari seorang pria muda yang mengaku baru saja menikah.
Dengan wajah penuh rasa ingin tahu, pria tersebut melontarkan pertanyaan sederhana namun menggelitik:
“Bapak kan yang pegang uang negara, kalau di rumah keuangannya seperti apa pak?”
Pertanyaan itu sontak membuat suasana panggung cair.
Para peserta IDEAFest yang memenuhi ruangan pun pecah dalam tawa.
Sementara Purbaya, yang biasanya tampil serius membahas keuangan negara, tampak terkejut sekaligus terhibur oleh pertanyaan tersebut.
Menanggapi pertanyaan itu, Purbaya tak bisa menahan tawanya.
Dengan nada bercanda namun jujur, ia memberikan jawaban yang langsung disambut tawa gemuruh dari seluruh ruangan.
“Di rumah kita tidak berdaya,” ujar Purbaya sambil tertawa lepas.
Candaan spontan itu seolah menggambarkan sisi manusiawi seorang Menteri Keuangan yang selama ini dikenal tegas dan penuh perhitungan dalam mengelola anggaran negara.
Namun, di balik jabatan dan wibawanya, ternyata ia juga menghadapi “kekuasaan tertinggi” di rumah sang istri.
“Semua Uang Saya Dipegang Istri”
Purbaya kemudian menambahkan penjelasan yang membuat momen itu semakin hangat dan lucu.
Dengan nada ringan, ia mengakui bahwa meski dirinya ahli dalam bidang ekonomi, semua keuangan rumah tangganya justru diatur sepenuhnya oleh istrinya.
“Meskipun saya pintar ekonomi, kalau di rumah saya ampun-ampun, semua uang saya dipegang istri saya,” tegas Purbaya sambil tersenyum.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan dan tawa para peserta yang tampak terhibur.
Banyak dari mereka mengangguk seolah merasa senasib, terutama para suami muda yang duduk di barisan depan.
Sisi Santai Seorang Menteri
Momen singkat di IDEAFest itu menjadi salah satu potret menarik dari sosok Purbaya Yudhi Sadewa.
Meski dikenal sebagai pejabat yang cerdas dan visioner dalam mengelola keuangan negara, ia tak ragu menunjukkan sisi humor dan kerendahan hatinya di depan publik.
Candaan “tidak berdaya di rumah” justru memperlihatkan sisi hangat dan manusiawi seorang menteri, yang tetap tunduk pada sistem keuangan rumah tangga seperti kebanyakan pria Indonesia lainnya.
Di tengah keseriusan tugasnya menjaga stabilitas ekonomi nasional, momen itu menjadi pengingat bahwa bahkan Menteri Keuangan pun tetaplah seorang suami biasa ketika berada di rumah: pintar mengatur negara, tapi kalah di dapur.











