ITB Juara Umum Olimpiade Farmasi Indonesia 2025, UI Nomor Dua

KabarSunda.com- Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi juara umum Olimpiade Farmasi Indonesia (OFI) XII, 7–9 November 2025. Tim dari ITB berhasil mendominasi Kategori Sains dan Teknologi Farmasi, baik kompetisi perorangan maupun kolaborasi.

Universitas Indonesia (UI) berada di posisi kedua dengan keunggulan di Kategori Farmakologi dan Farmasi Klinis.

Sebanyak 118 mahasiswa dari 29 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia bertanding memperebutkan Piala Bergilir Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia atau APTFI dalam olimpiade ini.

Bertindak sebagai tuan rumah adalah Fakultas Farmasi Universitas Andalas (Unand). Pembukaan dilaksanakan secara daring melalui Zoom, Sabtu 1 November 2025, dilanjutkan babak penyisihan di Aula Fakultas Farmasi Unand, dan babak final di Embarkasi Haji Padang pada Sabtu 7 November 2025.

Ketua Pelaksana Suryati menjelaskan OFI XII mempertandingkan tiga kategori: Sains dan Teknologi Farmasi, Farmakologi dan Farmasi Klinis, serta Farmasi Sosial dan Kesehatan Masyarakat.

Selain kompetisi perorangan, ada kategori kolaborasi antar kampus dengan tim beranggotakan tiga perguruan tinggi berbeda dengan tugas pembuatan obat, pelayanan kefarmasian, dan pengelolaan kefarmasian.

“Nilai tambah kompetisi ini adalah konsep kolaborasi antar kampus, karena dunia kerja hari ini tidak lagi menonjolkan kompetisi individual, tetapi kemampuan bekerja lintas institusi,” kata Suryati.

Selain kompetisi, OFI XII menggelar Seminar Nasional Kefarmasian secara daring pada 1 November dengan tema seputar sains dan teknologi, farmakologi dan farmasi klinis, serta farmasi sosial dan kesehatan masyarakat. Narasumber yang dihadirkan berasal dari ITB, UGM, dan UI.

Selain itu, kata Suryati, para dosen pendamping juga mengikuti Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Nasional di Desa Talago Sariak, Kota Pariaman, Kecamatan Pariaman Tengah, pada 8 November 2025.

Kegiatannya adalah demonstrasi pembuatan teh celup dari buah mengkudu dan edukasi tentang obat serta obat tradisional kepada masyarakat.

Olimpiade Farmasi Indonesia pertama kali dilaksanakan pada 2009 oleh Fakultas Farmasi Unand dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-45.

Ajang ini mendapat dukungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Setelah sempat vakum beberapa tahun, OFI dihidupkan kembali sejak tahun lalu. Untuk OFI XIII tahun depan, ITB dan Universitas Syiah Kuala menjadi kandidat tuan rumah.

“Ya kami sudah coba tawarkan kepada beberapa kampus untuk jadi tuan rumah,” kata Suryati.