Kekhawatiran Etanol di BBM Bisa Merusak Mesin, Ini Kata Guru Besar ITB

KabarSunda.com- Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Profesor Tri Yuswidjajanto mengatakan, kekhawatiran mengenai etanol dapat merusak mesin sebagai pernyataan yang tidak berdasar.

Demikian Tri Yuswidjajanto dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari Antaranews, Rabu,  8 Oktober 2025.

“Pengaruhnya terhadap tenaga mesin cuma sekitar 1 persen, tidak terasa, dan kendaraan tidak rusak,” ujarnya.

Oleh karena itu, Tri Yuswidjajanto menyambut baik kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai kewajiban mencampurkan etanol 10 persen untuk bahan bakar minyak merupakan langkah maju.

“Etanol ini, selain mengurangi karbon dioksida, juga menaikkan angka oktan. Jadi, kita bisa pakai bahan bakar RON rendah, lalu ditambah etanol hingga menjadi RON tinggi,” ujarnya.

Selain itu, sambung Tri Yuswidjajanto, kebijakan tersebut menjadi langkah maju mengingat kendaraan modern di Indonesia sudah kompatibel dengan kandungan 10 hingga 20 persen etanol di BBM (E10 atau E20), seiring penerapan regulasi emisi Euro 4.

“Setelah regulasi itu diterapkan, semua kendaraan bensin seperti sepeda motor yang diproduksi di Indonesia sudah siap dengan E10,” katanya.

Di samping itu, Tri Yuswidjajanto menambahkan, Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang sudah menggunakan E10, bahkan E15 hingga E85, seperti yang dinyatakan salah satu badan pemerintah di AS, yakni Energy Information Administration (EIA).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui kebijakan E10 dalam rangka mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap impor BBM.

“Kemarin malam kami sudah rapat dengan Presiden. Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori 10 persen etanol,” kata Bahlil.