Ohh Gitu! Kadis LH Garut Negeri Sakura Bukan Dibiayai Pemerintah, Tapi Jepang

KabarSunda.com- Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jujun Juansyah Nurhakim bersama stafnya terbang ke Jepang, ternyata bukanlah tugas dari Pemerintah Kabupaten Garut.

Melainkan atas undangan dari Kementrian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia untuk mengikuti Workshop Etablishing a Circular Economy Especialy for Plastics in Indonesia Lanjutan di Jepang.

Kegiatan yang diikuti Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jujun Juansyah Nurhakim ke Jepang, dibuktikan dengan adanya surat dari Kementrian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia tertanggal 8 September 2025 dengan nomor surat sd.692/D3.4/PR.00.00/XI/2025 yang ditandatangani Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Nani Hendriati.

Diketahui bahwan Indonesia dan Jepang saat ini tengah menindaklanjuti kerjasama dalam pengelolaan sampah dengan pendekatan Sirkular Ekonomi di Indonesia. Bahkan sebelumnya juga sudah diadakan kegiatan workshop pada bulan Maret 2025.

Keberangkatan Jujun Juansyah Nurhakim bersama staf ke Jepang untuk mengikuti workshop Etablishing a Circular Economy Especialy for Plastics in Indonesia Lanjutan di Jepang, dari tanggal 9-15.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta terkait kebijakan ekonomi sirkular dan pembelajaran baik dari Jepang terkait upaya pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang plastik.

Kegiatan selama di Jepang tentunya akan menimbulkan biaya. Dalam surat tersebut menjelaskan seluruh biaya yang timbul dalam kegiatan tersebut ditanggung oleh pemerintah Jepang. Sehingga, tidak ada biaya yang dikeluarkan oleh Pemkab Garut.

Jujun Juansyah Nurhakim bersama staf juga sudah mendapatkan ijin dari Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Hal ini dibenarkan saat Priangan Insider mengkonfirmasi keberangkatan Jujun Juansyah ke Jepang.

“Iya, saya tentunya memberikan ijin untuk mengikuti kegiatan di Jepang,” singkat Abdusy Syakur Amin, Selasa, 11 November 2025.