KabarSunda.com- Empat koridor atau trayek Bus Rapid Transit (BRT) yang baru aktif di Kabupaten Bandung sampai saat ini.
Padahal, sejak pertama kali dicanangkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), proyek BRT Metro Jabar Trans (MJT) direncanakan memiliki delapan koridor yang saling terhubung di wilayah cekungan Bandung.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Sumedang.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bandung Hilman Kadar membenarkan baru empat koridor BRT yang beroperasi di wilayahnya.
“Koridor yang sudah aktif itu di antaranya koridor Soreang-Leuwi Panjang, BEC-Baleendah, Banjaran, dan Majalaya-Leuwi Panjang,” ujarnya saat ditemui, Rabu, 12 November 2025.
Hilman menjelaskan, untuk Kabupaten Bandung sudah ditindaklanjuti dengan work level agreement yang akan mengatur koneksi antarwilayah. “Nanti akan ditindaklanjuti ada yang dari Majalaya ke KCIC, dari KCIC ke Kota Bandung,” katanya.
Kendati masih berbentuk angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), Hilman menyebut BRT menjadi solusi mengurai kemacetan di beberapa titik Kabupaten Bandung sekaligus bentuk pelayanan publik di sektor transportasi.
“Seperti kita ketahui bahwa angkutan umum sekarang memang tidak cukup memberikan layanan terbaik pada masyarakat, sehingga kita laksanakan BRT tersebut,” ujarnya.
Hilman berharap empat koridor yang tersisa bisa segera dioperasikan, karena berkaitan dengan public service obligation atau kewajiban pelayanan publik.
Terkait angkutan kota (angkot), ia mengatakan ada rencana untuk mengubah fungsi menjadi *feeder* atau pengumpan.
“Salah satu contoh feeder yang saat ini akan kita progres adalah angkutan yang dari Ciwidey sampai Soreang,” katanya.
Menurut dia, nantinya angkot akan menjadi penyambung bagi koridor BRT yang melayani trayek Soreang-Leuwi Panjang. “Ini masih uji coba dan pembiayaannya dari provinsi. Namun ini akan menjadi pilot project kami untuk feeder di setiap koridor BRT yang ada,” tuturnya.













