Inovasi Hijau ITB: Limbah Daun Bandung Raya Disulap Jadi Papan Partisi Bernilai Ekonomi

KabarSunda.com- Upaya mengatasi persoalan sampah di Bandung Raya memasuki babak baru berkat terobosan yang datang dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tim pengabdian masyarakat dari FMIPA ITB menghadirkan solusi kreatif: mengolah dedaunan kering dan limbah rumah tangga menjadi papan partisi berbahan dasar bio-komposit yang ramah lingkungan — sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Program inovatif bertajuk “Komposit Sampah: Papan Partisi Berkelanjutan untuk Pemberdayaan Usaha Komunitas” ini berlangsung sejak Maret hingga November 2025 dan berpusat di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Dipimpin oleh Dr. Neni Surtiyeni, tim lintas disiplin ITB bekerja sama dengan komunitas lokal untuk menjalankan teknologi ekonomi sirkular di tingkat akar rumput.

Mengolah Sampah, Menjawab Kebutuhan Konstruksi

Di tengah meningkatnya volume sampah dan dominasi material sintetis yang tidak ramah lingkungan di industri konstruksi, inovasi ini hadir sebagai jawaban ganda.

“Kami melihat ada dua masalah besar: sampah yang terus menumpuk dan ketergantungan industri terhadap papan sintetis. Melalui bio-komposit, keduanya bisa diselesaikan secara bersamaan,” ujar tim peneliti dalam laporan kegiatannya.

Material bio-komposit ini dibuat dari campuran dedaunan kering, kertas bekas, hingga sampah plastik yang diproses melalui teknologi press panas dan dingin. Produk akhirnya berupa papan partikel yang dapat digunakan untuk dinding partisi, hiasan interior, hingga perabot fungsional.

Teknologi Sederhana untuk Kemandirian Komunitas

Tak hanya memperkenalkan konsep, tim ITB membangun satu unit produksi lengkap di lokasi mitra. Peralatan yang disiapkan meliputi:

  • Mesin pencacah dedaunan
  • Mesin pengaduk
  • Mesin hot-press
  • Mesin cold-press

Pelatihan diberikan kepada warga, santri Pesantren Yatim Al Kasyaf, serta anggota komunitas lingkungan GEMPI. Mereka dilatih dari tahap pemilahan sampah hingga pembuatan papan siap pakai.

“Fokus kami adalah menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui teknologi tepat guna,” tutur para peneliti.

Hasil Awal dan Rencana Besar ke Depan

Program ini telah menghasilkan berbagai prototype papan komposit, salah satunya berukuran 60 x 60 cm². Secara visual dan struktur, papan ini dinilai punya prospek komersial yang kuat dan dapat menjadi alternatif material interior berkelanjutan.

Inovasi ini turut mendukung agenda SDGs, terutama:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

SDG 12: Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Ke depan, tim merencanakan pengujian standar nasional (SNI) terkait kekuatan bahan dan daya serap air, serta peningkatan tampilan produk guna menunjang pasar yang lebih luas.

Tentang Program

Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi (PPMI) FMIPA ITB 2025.

Tim Pelaksana:

Dr. Neni Surtiyeni (Ketua), Dr. RR Kurnia Novita Sari, Allamah Y.Q. Salim, Muhammad Ya’mal Amilun, Safitri Nuria Mawadah, dan Wasis.