SATSET Tanpa Macet, 2027 Dibangun Tol Bandung ke Sukabumi 

KabarSunda.com- Sudah cukup lama jalur Padalarang hingga Sukabumi dikenal dengan jalur yang diwarnai kemacetan di sejumlah titik.

Kemacetan terutama di kota-kota kecamatan yang dilewati seperti di Padalarang, Citatah, Ciranjang, hingga Sukaraja menuju Kota Sukabumi.

Jarak antara Bandung dengan Kota Sukabumi sepanjang 75 kilometer, semestinya bisa ditempuh 1 jam saja jika melaju kendaraan dengan kecepatan 70 kilometer per jam saja. Namun yang terjadi, dari Bandung menuju Sukabumi atau sebaliknya, membutuhkan waktu 3 hingga 4 jam.

Laju kendaraan selalu terhambat dengan kemacetan akibat pedagang, perkiran, atau kendaraan-kendaraan yang parkir memenuhi bahu jalan.

Dulu sebelum Tol Jakarta-Cikampek-Purbaleunyi beroperasi, jalur dari Jakarta, Sukabumi, dan Cianjur, untuk menuju Kota Bandung harus melewati jalur-jalur macet, terutama Ketika akhir pekan. Macet Panjang di daerah Citatah sudah menjadi pemandangan biasa. Apalagi Ketika musim mudik lebaran tiba, pengguna harus menerima kenyataan pahit terjebak di kemacetan Panjang.

Kini, meski Tol Purbaleunyi sudah beroperasi, tetap saja jalur Cianjur-Padalarang masih tak terbebas dari kemacetan di sejumlah titik, terutama di kota-kota Kecamatan yang dilalui rute kendaraan umum.

Bandung-Sukabumi Cukup 1 Jam Saja

Kabar gembira bagi masyarakat Jawa Barat, terutama yang ada di Cianjur atau Sukabumi, tak lama lagi akan segere dibangun jalan tol yang akan menghubungkan Kota Bandung dengan Sukabumi, bahkan lebih jauh lagi melaju hingga ke Ciawi dan Bogor dengan lancer.

Waktu tempuh dari Kota Bandung ke Kota Sukabumi yang biasanya harus ditempuh dengan 3 hingga 4 jam, nantinya cukup membutuhkan waktu sekitar satu jam saja atau bahkan kurang.

Kemacaten yang selalu menjadi mimpi buruk di jalur ini akan segera terbebas. Bye…bye kemacetan di Padalarang, Citatah, Ciranjang, Warung Kondang, Sukaraja.

Kabar menggembirakan ini setelah proyek jalan tol Bocimi yang dilanjutkan ke Ciranjang (Cianjur) hingga Padalarang (Kabupaten Bandung Barat) masuk daftar Proyek Strategi Nasional (PSN) Prabowo Subinto. Bahkan rencana pembangunan jalan tol ini kemudian dikabarkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar melalui Instagram resminya beberapa waktu lalu.

Dalam postingan di Instagram resminya, Bappeda Jabar mengatakan bahwa pemerintah pusat merencanakan pembangunan 9 ruas Jalan Tol baru di wilayah Provinsi Jawa Barat pada periode 2025-2029 dengan total panjang sekitar 266,66 km dan investasi Rp134,5 Triliun.

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas wilayah, menunjang pemerataan ekonomi, serta menghadirkan akses mobilitas yang lebih efisien bagi masyarakat.

“Pemerintah pusat merencanakan pembangunan 9 ruas Jalan Tol baru di wilayah Provinsi Jawa Barat pada periode 2025–2029 dengan total panjang ±266,66 km dan indikasi investasi Rp134,5 Triliun,” demikian unggahan lengkap Bappeda Jabar di instagram resminya.

Di antara 9 ruas jalan tol yang akan dibangun adalah ruas jalan tol dari Sukabumi hingga Padalarang. Ruas jalan tol ini merupakan kelanjutan dari proyek Tol Bocimi (Tol Bogor Ciawi Sukabumi) yang saat ini masih dalam tahap pembangunan di tahap 3 dan tahap 4.

Nantinya, ruas jalan tol ini akan menghubungkan Tol Bocimi dengan Tol Padaleunyi yang langsung menuju Kota Bandung. Keduanya akan terhubung di simpang susun Padalarang.

Dalam postingan di Instagramnya Bappeda Jabar mengatakan bahwa Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang akan dibangun dalam 2 Tahap yakni :

1.Sukabumi–Ciranjang sepanjang 28,80 km, investasi Rp9,4 triliun, target pembangunan konstruksi 2027–2029

2.Ciranjang–Padalarang sepanjang 27,80 km, investasi Rp7,7 triliun, target pembangunan konstruksi 2027–2029

Seperti halnya Tol Getaci, nantinya dengan terbangunnya Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang, maka konektivitas antar daerah di Jawa Barat akan semakin tinggi dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah yang dilalui, dan Jawa Barat pada umumnya.