KabarSunda.com- Ratusan rumah di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam banjir setelah daerah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Kaming, menjelaskan bahwa banjir paling parah terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat.
Genangan air merendam kawasan permukiman penduduk, areal persawahan, serta ruas jalan raya yang menjadi akses utama warga.
“Di sekitar Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, banjir merendam areal permukiman penduduk, sawah, dan jalan raya,” kata Kaming.
Berdasarkan data BPBD Karawang, sebanyak 316 rumah terendam banjir, dengan total 1.224 jiwa atau 413 kepala keluarga terdampak.
Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 1 meter.
BPBD menyebutkan bahwa banjir di Desa Karangligar dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya dua sungai besar, yakni Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Kondisi permukaan air di kedua sungai tersebut dilaporkan terus meningkat.
Petugas gabungan dari BPBD, Tagana, TNI, dan Polri telah dikerahkan untuk mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman. Beberapa warga memilih mengungsi menggunakan perahu karet akibat tingginya genangan.
“Permukaan air Sungai Cibeet dan Sungai Citarum cenderung meningkat. Jadi warga terdampak banjir diungsikan ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.
Salah satu lokasi pengungsian berada di halaman Kantor Desa Karangligar, di mana petugas telah mendirikan tenda darurat bagi warga yang membutuhkan tempat berlindung.
Upaya penanganan darurat terus dilakukan sembari memantau perkembangan kondisi air di lapangan.
Selain banjir di wilayah daratan, gelombang pasang atau rob juga melanda sejumlah daerah di pesisir utara Karawang.
Rob menyebabkan permukiman warga tergenang selama beberapa hari terakhir akibat kenaikan permukaan air laut.
Petugas terus mengimbau warga untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.













