Penyalaan flare tersebut dilakukan saat para pemain Persib berkeliling menyapa Bobotoh yang ada di stadion, mengungkapkan rasa terimakasihnya atas dukungannya.
Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, mengaku memahami bahwa kemarin itu dipenuhi euforia karena lolosnya Persib Bandung ke babak 16 besar ACL 2.
“Jadi kami sangat memahami euforia dan animo Bobotoh, namun memang karena kejadian tersebut (penyalaan flare), ada beberapa potensi (sanksi) yang muncul, ada kekhawatiran lah,” ujar Adhitia, di Graha Persib, Kota Bandung, Kamis, 11 Desember 2025.
Semalam Adhitia mengaku, pihaknya sudah berdiskusi dengan pihak AFC, ada dua potensi (sanksi) yang muncul.
“Yaitu stadion ditutup 50 persen, atau yang paling berat, kita tanpa penonton di 16 besar,” ujar Adhitia.
Adhitia mengungkapkan, jujur di tiga match terakhir, Bojan Hodak, sudah bilang di pertandingan lawan Dewa, Borneo, dan kemarin lawan Bangkok.
“Saya sih bisa bilang gila atmosfer stadion luar biasa, terbaik, dan membuat pemain berlari tanpa henti. Di 16 besar, kami sangat membutuhkan dukungan itu. Trafik penonton juga kan naik, dari 19 ribu, 25 ribu, 28 ribu, harapannya di babak besar bisa sampai 32–35 ribu,” katanya.
Adhitia mengaku, tim juga sedang komunikasi dengan kepolisian agar stadion bisa dibuka penuh, tapi dengan ada potensi sanksi, pihaknya jadi kebingungan.
“Kalau ditutup setengah, itu berasa loh dari 38 ribu jadi hanya 19 ribu, kalau tanpa penonton, lebih berat lagi. Kerugiannya bukan hanya finansial, tapi moral,” tuturnya.
Adhitia mengatakan, terkait finansial sudah tak usah dibahas lagi, tapi moral itu yang berpengaruh dengan animo Bobotoh yang lagi hype.
“Semoga ke depan kita bisa lebih memahami aturan, dan menjaga situasi,” ucapnya.











