Angka Kemiskinan di Sumedang Turun dari 9,01 Menjadi 8,08 Persen

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial.Dok-Diskomimfosanditik.

KabarSunda.com- Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial. Melalui pendekatan graduasi, penanganan kemiskinan harus dirancang secara terencana, terukur, dan bertahap.

“Ketika berbicara tentang kemiskinan, sejatinya sedang membicarakan martabat manusia. Maka pelaksanaannya tidak boleh setengah hati, tidak boleh hanya formalitas, apalagi sektoral,” kata Bupati saat membuka Rapat Koordinasi Efektiviras Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Gedung Negara, Selasa (16/12/2025).

Bupati Dony menegaskan, seluruh pemangku kepentingan harus hadir sebagai bagian dari solusi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumedang. Capaian pembangunan daerah menunjukkan tren positif, namun tetap membutuhkan kerja keras dan komitmen bersama.

“Data menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumedang berada di angka 75,5. Berada di peringkat ketiga di antara kabupaten se-Jawa Barat dan peringkat ketujuh dibandingkan kabupaten/kota. Angka kemiskinan juga turun dari 9,01 persen menjadi 8,08 persen,” kata Bupati Dony.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk mengubah cara pandang, dari sekadar menjalankan tugas pokok dan fungsi menjadi berorientasi pada kontribusi nyata dan kolaborasi.

“Kemiskinan adalah persoalan yang kompleks. Artinya, penanganannya harus terpadu. Bukan hanya soal bantuan, tetapi juga pemberdayaan,” ujarnya.

Bupati menegaskan, setiap kebijakan, program, dan kegiatan yang ditetapkan harus didukung dengan data yang tepat dan berdampak langsung terhadap pengentasan kemiskinan.

“Tidak boleh ada lagi kegiatan yang diputuskan tanpa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sekretaris Bappppeda Sumedang Enang Lukmanul Hakim menjelaskan, pendekatan graduasi merupakan solusi yang lebih manusiawi. Pendekatan ini mendorong keluarga miskin untuk bertransformasi dari penerima bantuan menjadi keluarga yang mandiri dan berdaya.

“Rapat koordinasi ini bertujuan menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan, meningkatkan kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan komitmen bersama agar program pengentasan kemiskinan tidak berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Skema pendekatan graduasi tersebut akan dituangkan ke dalam sebuah aplikasi Tumbuh Naik Kelas Lulus Sejahtera (TUNTAS) yang berfungsi sebagai alat monitoring dan evaluasi dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumedang.