Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Naik di Penghujung Tahun 2025

BPS Provinsi Jawa Barat juga merilis nilai tukar petani (NTP) Desember 2025. NTP Desember 2025.Ist

KabarSunda.com- BPS Provinsi Jawa Barat juga merilis nilai tukar petani (NTP) Desember 2025. NTP Desember 2025 sebesar 117,61 atau naik sebesar 1,26 persen dibandingkan November 2025 yang sebesar 117,06. Angka NTP ini terbentuk dari indeks harga diterima petani (It) sebesar 144,45 atau naik sebesar 1,79 persen, sedangkan indeks harga dibayar petani (Ib) sebesar 122,82 atau naik 0,53 persen.

Menurut subsektornya NTP yang mengalami kenaikan adalah subsektor tanaman pangan sebesar 0,22 persen, subsektor hortikultura sebesar 7,59 persen, dan subsektor peternakan sebesar 0,67 persen.

Sedangkan subsektor lain mengalami penurunan yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,49 persen, subsektor perikanan turun 0,24 persen, subsektor nelayan turun 0,51 persen dan subsektor pembudidayaan ikan turun 0,14 persen.

Sementara nilai tukar usaha petani (NTUP) pada Desember 2025 sebesar 121,91 atau naik sebesar 1,74 persen dibandingkan November 2025 yang sebesar 119,83. Angka NTUP ini terbentuk dari indeks harga diterima petani (It) sebesar 144,45 atau naik 1,79 persen, dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 118,48 atau naik 0,05 persen.

Menurut subsektor NTUP yang mengalami kenaikan yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,75 persen, subsektor hortikultura sebesar 8,05 persen, subsektor peternakan sebesar 0,96 persen, subsektor perikanan sebesar 0,07 persen, dan subsektor pembudidayaan ikan sebesar 0,20 persen. Sedangkan yang mengalami penurunan adalah subsektor nelayan sebesar 0,26 persen.

Secara tahunan NTP Gabungan mengalami kenaikan 2,25 persen sepanjang Januari-Desember 2025. Adapun subsektor yang sepanjang tahun mengalami kenaikan NTP adalah subsektor tanaman pangan sebesar 1,80 persen, subsektor hortikultura sebesar 4,19 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 10,69 persen, dan subsektor ikan tangkap sebesar 0,46 persen.

Sedangkan yang mengalami penurunan adalah subsektor peternakan sebesar 0,32 persen subsektor perikanan sebesar 0,85 persen dan subsektor pembudidayaan ikan sebesar 1,35 persen.

Dalam rilisnya Darwis Sitorus juga menyampaikan perkembangan harga beras. Desember 2025 rata-tata harga beras premium sebesar 13.467 rupiah atau naik 1,38 persen, sedangkan rata-rata harga beras medium sebesar 12.937 rupiah atau naik 0,39 persen.

“Dengan demikian secara rata-rata gabungan harga beras Desember 2025 adalah sebesar 13.199 rupiah atau naik 0,87 persen secara month to month dan naik 1,61 persen secara year on year.”, jelas Darwis.