KabarSunda.com- Lembaga Swadaya Masyarakat Triga Nusantara Indonesia (LSM Trinusa) Jawa Barat menyambut baik rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM untuk melakukan audit proyek tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan Ketua LSM Trinusa Jawa Barat Ait M Sumarna kepada KabarSunda,Senin (12/1/2026). Menurutnya, langkah yang diambil KDM untuk mengaudit kegiatan keproyekan sangat baik.
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap niatan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mengaudit seluruh kegiatan proyek pekerjaan dan belanja di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2025.
Menurut Ait, langkah tersebut merupakan terobosan strategis dan sangat relevan dengan kondisi tata kelola anggaran di Jawa Barat selama ini.
Ia menegaskan, hampir setiap tahun proyek-proyek konstruksi maupun pengadaan barang dan jasa selalu menyisakan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat.
Bahkan Ait rencanakan bersurat ke Gubernur Jawa Barat terkait proyek dilingkungan Disdik Jabar terkait dana alokasi khususnya (DAK) Bidang PSMK,PSMA dan PKLK yang kental dengan nuansa dugaan korupsinya.
“Ini bukan asumsi, ini fakta. Setiap tahun selalu ada temuan BPK. selain Disdik Jabar terjadi juga di Dinas Bina Marga Jawa Barat, dan Dinas Perumahan dan Permukiman. Maka audit menyeluruh dan independen harus segera dilakukan,” tegas Ait.
Ait menilai, audit internal saja tidak cukup. Ia menekankan perlunya audit yang benar-benar independen, transparan, dan bebas intervensi.
“Kita tidak boleh menutup mata. Sangat mungkin ada oknum pejabat yang bermain dalam proyek-proyek tersebut. Audit independen adalah kunci untuk membongkar praktik-praktik yang merugikan keuangan daerah,” ujarnya.
“Kami sudah melaporkan beberapa proyek di Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2023–2024, dan 2025 serta Dana Hibah Dinas Pendidikan Jawa Barat Tahun Anggaran 2022 ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, laporan tersebut saat ini tengah berada dalam proses penyelidikan dan pengumpulan data oleh Kejati Jabar.
“Ini menunjukkan bahwa persoalan ini serius dan bukan isu kosong. Maka, rencana Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk mengaudit seluruh kegiatan tahun 2025 adalah langkah berani dan patut didukung oleh seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.
Ait menilai, jika audit menyeluruh ini benar-benar dijalankan, maka akan menjadi momentum besar bagi Jawa Barat untuk melakukan “bersih-bersih” tata kelola anggaran.
“Kami berdiri di belakang kebijakan ini. Jawa Barat harus menjadi contoh provinsi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Jangan lagi ada proyek yang jadi ladang bancakan,” pungkas Kang Ait.
LSM Trinusa menyatakan siap mengawal kebijakan tersebut agar tidak berhenti sebagai wacana, melainkan benar-benar terimplementasi demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Jawa Barat.













