1.372 Mahasiswa KKN Unsap Edukasi Pengelolaan Sampah di Desa

Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila yang hadir pada pelepasan mahasiswa menyampaikan, KKN merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa.Dok-Diskomimfosanditik Sumedang

KabarSunda.com- Sebanyak 1.372 mahasiswa Universitas Sebelas April (UNSAP) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 68 desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Ganeas, Pamulihan, Cimalaka, Buahdua, Tanjungkerta, dan Surian. KKN dilaksanakan selama satu bulan, mulai dari 13 Januari hingga 14 Februari 2026.

Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila yang hadir pada pelepasan mahasiswa menyampaikan, KKN merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa.

“KKN Tematik UNSAP sangat relevan dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Sumedang, khususnya dalam upaya penguatan desa sebagai pusat pembangunan berbasis transformasi digital,” katanya.

Ia menyoroti, permasalahan sampah masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah, sehingga pendekatan zero waste membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai agen perubahan.

“Kami berharap mahasiswa KKN dapat menjadi penggerak perubahan, memberi edukasi, pendampingan, sekaligus contoh nyata dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan bernilai ekonomi,” tambahnya.

Selain isu lingkungan, mahasiswa juga diharapkan mampu mendorong penguatan konsep smart village, seperti digitalisasi bank sampah, pemanfaatan media sosial untuk kampanye lingkungan, penguatan UMKM melalui pemasaran digital, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat.

“Laksanakan KKN dengan penuh pengabdian dan tanggung jawab. Jaga nama baik almamater dan jadilah duta perubahan di tengah masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Rektor Unsap Prof Arifin  menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan KKN.

“KKN bukan untuk menggugurkan kewajiban akademik semata, tetapi merupakan proses pembelajaran sosial yang nyata. Di sanalah mahasiswa belajar memahami kehidupan masyarakat, membangun empati, dan mengasah kemampuan beradaptasi,” ujarnya.