KabarSunda.com- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong perubahan pola tanam di wilayah terjadinya longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), Sabtu, 24 Januari 2026.
Dia mengatakan pihaknya akan mengganti tanaman di lahan dengan tingkat kemiringan tinggi yang sebelumnya ditanami tanaman hortikultura menjadi tanaman perkebunan.
“Ini kita harus berikan solusi permanen. Kami minta Pak Bupati, kami akan mengganti tanaman hortikultura di daerah kemiringan, tajam. Itu kita ganti menjadi tanaman perkebunan,” ujarnya, dikutip dari Kompas.tv, Rabu, 28 Januari 2026.
“Nah daerah-daerah yang landai kita tanami hortikultura, jadi kita bagi. Kalau tanaman tahunan, itu akarnya bisa dalam sehingga mencegah erosi dan longsor.”
Menurutnya, anggaran untuk program tersebut sudah tersedia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pengembangan tanaman perkebunan hingga 870 ribu hektare secara nasional dengan prioritas pada daerah rawan bencana.
Ia mengatakan begitu usulan dari Bupati dan Gubernur setempat masuk, unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pertanian (Kementan) di wilayah tersebut akan langsung bergerak menjalankan rencana.
“Di daerah landai tetap kita tanami hortikultura, sementara daerah dengan kemiringan tinggi kita fokuskan pada tanaman tahunan. Untuk sementara bisa dilakukan tumpangsari agar pendapatan petani tetap berjalan,” jelasnya.
Andi juga memastikan pemerintah pusat siap membantu pemulihan lahan pertanian dan sarana produksi, termasuk greenhouse yang terdampak.
Hal ini, kata dia, akan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, dengan tujuan memastikan produktivitas petani tetap terjaga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana.
Andi turun langsung ke Kecamatan Cisarua untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana longsor. Ia mengungkapkan duka citanya atas bencana yang terjadi.
“Kami turut berduka cita atas korban bencana di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kami turun langsung memberi bantuan ada 24 truk, bantuan siap saji, tetapi ada juga beras dan seterusnya,” ucapnya.
Sebanyak 24 truk bantuan disalurkan kepada masyarakat terdampak, berisi pangan siap saji, beras, air mineral, mi instan, biskuit, susu UHT, serta kebutuhan pokok lainnya.
Bantuan tersebut berasal dari Kementan serta dukungan mitra swasta dan UPT lingkup Kementan.
“Rencana awal kami siapkan 100 truk bantuan. Namun, karena keterbatasan lokasi, kami kirim 24 truk bantuan siap saji, disertai beras dan kebutuhan pokok lainnya. Yang terpenting, masyarakat bisa segera terbantu,” ungkap Andi.
Total nilai bantuan dengan dukungan berbagai mitra sekitar Rp1,17 miliar.
Berdasarkan keterangan tertulis tersebut, data sementara Kementan menunjukkan jumlah pengungsi terdampak longsor mencapai 564 jiwa dari 186 kepala keluarga (KK).
Para pengungsi saat ini ditampung di beberapa lokasi pengungsian. Di antara para pengungsi terdapat anak-anak, balita, dan ibu hamil sebagai kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem Rajiv menyampaikan apresiasi atas respons cepat Mentan Amran dalam penanganan bencana.
Menurutnya, Kementan tidak hanya fokus pada sektor pertanian, tetapi juga menunjukkan kepedulian kuat dalam misi kemanusiaan.
“Kami dari Komisi IV mengapresiasi Kementerian Pertanian yang selaku mitra Komisi IV yang selalu cepat tanggap menanggulangi bencana. Bukan hanya di bidangnya, tapi Kementan fokus juga dengan bantuan kemanusiaannya. Kami dari Komisi IV mengapresiasi itu,” ujar Rajiv.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada TNI, Polri, BNPB, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan korban longsor, seraya menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban dan keluarga.











