Pesisir Pantura Karawang Jadi Contoh Pengembangan Tambak Nila

Karawang contoh program revitalisasi tambak idle atau tak terurus di pesisir Pantai Utara.

KabarSunda.com- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menjadikan wilayah Karawang contoh program revitalisasi tambak idle atau tak terurus di pesisir Pantai Utara (Pantura).

Tambak idle itu direvitalisasi menjadi tambak ikan nila salin dan merupakan program Presiden Prabowo Subianto.

“Di Karawang sudah mulai berjalan revitalisasi tambak itu, dan nanti menjadi contoh wilayah lain Bekasi, Indramayu dan Subang,” kata Kepala Bidang Budidaya, Nur Ridwan Solihin, Minggu (19/1/2025).

Dia menjelaskan, dalam proyek ini, KKP berencana akan mengucurkan anggaran hingga Rp10 triliun untuk di Karawang.

Lokasi tambak idle seluas 7.000 hektare yang akan digunakan oleh KKP merupakan lahan milik Kementrian Kehutanan yang selama ini telah dikelola oleh masyarakat untuk kegiatan budidaya perikanan.

Saat ini, kata dia, KKP dengan Kementerian Kehutanan masih berkoordinasi untuk menentukan bentuk kesepakatan yang akan dibangun dalam program tersebut.

“Karawang akan menjadi lokasi khusus (lokus) dari program ini. Kami tentu akan mendukung penuh itu,” katanya.

Dia mengatakan, alokasi anggaran tersebut akan diberikan secara bertahap.

Bukan berupa uang, tetapi dalam bentuk konstruksi dan sarana prasarana.

Direncanakan, untuk konstruksi 1 hektare lahan tambak itu membutuhkan anggaran sampai Rp1 miliar.

Dan untuk sarana prasarananya, membutuhkan anggaran Rp1,2 sampai Rp1,4 miliar.

“Program revitalisasi tambak idle ini ditargetkan bisa rampung pada tahun 2027 mendatang,” imbunnya.

Sedangkan untuk kebutuhan tenaga kerja, kata dia, KKP meminta 1 orang tenaga kerja yang akan bekerja untuk mengelola 1 hektare tambak.

Artinya kebutuhan tenaga kerja untuk di tambak nanti ada 7.000 orang dan tentunya akan memprioritaskan masyarakat sekitar untuk dapat bekerja.

“Untuk meningkatkan ekspor ikan nila, KKP akan membangun tambak idle dengan menerapkan pola modern, yaitu dengan melapisi plastik pada konstruksi kolam. Sehingga target produksi ikan 80 ton per hektare bisa tercapai,” katanya.