Rencanakan Seminar Anti Korupsi, LSM Trinusa Usung Tema Kasus Dugaan Korupsi BJB Jalan Ditempat

Kantor Pusat Bank BJB,Bandung,Dok-KS

KabarSunda.com- Dalam waktu dekat Lembaga Swadaya Masyarakat Triga Nusantara Indonesia (LSM Trinusa) DPD Jawa Barat merencanakan seminar anti korupsi bertemakan  kasus BJB Jalan di tempat,”dugaan korupsi atau kasus politik”.

Tema ini diusung mengingat dugaan korupsi di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank-BJB) tak kunjung diselesaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua LSM Trinusa Jawa Barat,Ait M Sumarna kepada KabarSunda.com dikantornya Jalan Caringin Kota Bandung, Selasa (17/2/2026).

Ia mengatakan, tema anti korupsi yang kita usung untuk mendukung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang inginkan bersih-bersih dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mengingat beberapa kasus yang kita angkat masih dijabat Eks Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Dugaan Korupsi Iklan BJB

Bahkan pengembangan kasus ini KPK menetapkan 5 (lima) orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB).

Para tersangka tersebut adalah YR Direktur Utama Bank BJB, WH Pimpinan Divisi Corporate Secretary (Corsec) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), ID Pengendali Agensi AM dan CKM, S Pengendali Agensi BSC advertesing dan WSBE, serta SJK Pengendali Agensi CKMB dan CKSB.

Dalam konstruksi perkaranya, pada tahun 2021, 2022, dan Semester 1 2023, Bank BJB merealisasikan belanja beban promosi umum dan produk bank yang dikelola Divisi Corsec senilai Rp 801 miliar dari dana Rp1,1 Triliun.

Namun KPK hanya merilis Rp409 miliar. Belanja tersebut untuk biaya penayangan iklan di media televisi, cetak, dan online melalui kerja sama dengan enam agensi. Dimana proses penunjukan agensi tersebut diduga melanggar ketentuan pengadaan barang dan jasa.

Kasus PT Sri Rejeki Isman atau Sritex

Kita minta Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI) untuk segera menuntaskan secara terang-benderang kasus korupsi Sritex di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).

Total pinjaman PT SRI (Sritex) di bank bjb menjadi sebesar Rp550.000.000.000 dengan jangka waktu kredit 12 bulan, dimulai tanggal 8 Oktober 2020  sampai 8 Oktober 2021.

pengembangan kasus oleh Kejagung baru tiga orang tersangka dengan perannya masing-masing, diantaranya YR (Yuddy Renaldi), eks Direktur Utama Bank Banten dan Jawa Barat (BJB) tahun 2019-2025.

Benny Riswandi (BR), Senior Executive VP Bank BJB 2019-2024 disebut tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Komite Kredit sesuai dengan prinsip 5C. Saat mengevaluasi permohonan kredit Sritex, dia juga tidak pernah mengevaluasi keakuratan laporan keuangan yang diberikan oleh Analisis Kredit, Divisi Bisnis, dan Divisi Credit Risk.

Dicky Syahbandinata (DS) selaku pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial  Bank BJB tahun 2020. Divisi Komersial dan Korporasi di Bank BJB bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan bisnis korporasi dan komersial bank.

“Selain usung tema Kasus Bank BJB Jalan di tempat, kita juga akan mengkritisi beberapa kasus dugaan korupsi yang dilaporkan di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat waktu pelaksanaan proyek masih zamannya Eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil”pungkas Ait.