Hari Peduli Sampah Nasional 2026, Pemkot Depok Ajak Warga Kurangi Sampah dari Rumah

Suasana kegiatan peringatan HPSN Kota Depok Tahun 2026 di CFD, Minggu (22/02/26). (Foto : JD01/Diskominfo)

KabarSunda.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggelar peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat Kota Tahun 2026 di area Car Free Day (CFD) Jalan Margonda Raya, Minggu (22/02/26).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kampanye peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni mengatakan, kegiatan dikemas dalam bentuk seremonial sekaligus aksi nyata dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Hari ini adalah peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tingkat Kota Depok tahun 2026. Kegiatan ini memang dikemas seperti seremonial tapi tujuannya untuk mengajak masyarakat agar lebih aware’.

“Ketika mereka melihat ada aktivitas mereka akan bertanya, lalu tahu bahwa setiap 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional,” kata Reni kepada berita.depok.go.id, usai kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, HPSN diperingati untuk mengenang peristiwa longsornya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Leuwigajah yang menelan korban jiwa lebih dari 100 orang pada 2005.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sampah secara serius dan berkelanjutan.

“Momentum ini diharapkan menjadi pemicu agar kita semua mulai peduli sampah, mulai memilah, dan mengurangi produksi sampah dari rumah tangga. Karena inti pengelolaan sampah itu adalah pengurangan dari hulu, dari rumah,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, DLHK juga menggelar aksi bersih-bersih dan pengambilan sampah yang sebelumnya telah dilakukan serentak di 11 kecamatan se-Kota Depok.

Ke depan, kegiatan operasi bersih akan diaktifkan kembali secara rutin hingga tingkat kelurahan minimal satu kali dalam seminggu.

“Selain itu kami juga membagikan 50 kantong pupuk kompos gratis dengan kemasan kurang lebih lima kilogram secara gratis kepada masyarakat. Pembagian pupuk ini merupakan hasil pengolahan sampah organik dan menjadi bagian dari rangkaian aksi HPSN,” tambahnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Menurutnya, metode ini dapat menjadi solusi percepatan pengurangan sampah karena maggot mengonsumsi sampah organik rumah tangga sebagai pakan utamanya.

“Hari ini ada dua komunitas yang terlibat, salah satunya memang kounitas yang rutin mendukung kegiatan kami. Ke depan tepatnya 3 Maret nanti kami juga akan menggelar deklarasi peduli sampah yang melibatkan Forkopimda, komunitas, dunia pendidikan, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat. Harapannya semua bisa berkolaborasi, karena kalau pemerintah berjalan sendiri tentu akan terasa berat,” tandasnya.