Efisiensi Anggaran: Cara Bupati Ciamis Hadapi Tantangan Ekonomi 2026

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.Dok-Diskominfo Ciamis

KabarSunda.com- “Pembangunan bukan sekadar tentang apa yang kita capai, tetapi tentang apa yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat”.

Pernyataan tegas ini menjadi ruh utama dalam pidato Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, saat menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

​Dalam rapat paripurna yang digelar di Aula Tumenggung Wiradikusumah, Gedung DPRD Ciamis pada Jumat (27/03/2026).

Bupati Herdiat secara terbuka membedah strategi besar pemerintah daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi dan sosial yang semakin kompleks. Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, ia menegaskan bahwa efisiensi adalah harga mati.

● Pangkas Anggaran Seremonial demi Pelayanan Publik

Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah komitmen pemerintah untuk melakukan rasionalisasi anggaran. Herdiat menyatakan akan memangkas belanja yang tidak berdampak langsung pada masyarakat, seperti perjalanan dinas, honorarium, dan kegiatan seremonial.

​”Langkah ini adalah wujud nyata pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab. Kita perbesar ruang fiskal untuk belanja modal yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” tegas Bupati.

​● Inovasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Menanggapi program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemkab Ciamis tidak ingin hanya menjadi pelaksana administratif.

Bupati menekankan bahwa program ini harus menjadi instrumen penguatan ekonomi lokal. Caranya, dengan mengintegrasikan rantai pasok makanan yang bersumber langsung dari sektor pertanian, peternakan, dan UMKM lokal di Ciamis.

● Menekan Pengangguran dan Kemandirian Fiskal

Terkait isu pengangguran, Bupati menjelaskan bahwa migrasi angkatan kerja dan penurunan serapan di sektor pertanian menjadi tantangan serius.

Sebagai solusinya, pemerintah fokus pada peningkatan kompetensi masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha saat ini.

Selain itu, Bupati Herdiat menggarisbawahi pentingnya kemandirian fiskal. Pemkab Ciamis menargetkan pengurangan ketergantungan pada transfer dana pusat secara bertahap melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan kepatuhan pajak yang berkeadilan.

● Arah Pembangunan 2025-2029

Menutup jawabannya, Bupati mengingatkan bahwa tahun 2025 adalah tahun pertama pelaksanaan RPJMD 2025-2029. Fondasi yang dibangun hari ini akan menentukan masa depan Ciamis di akhir dekade ini.

“Dengan kebersamaan yang kita bangun hari ini, saya yakin setiap tantangan dapat kita ubah menjadi kekuatan untuk mewujudkan Ciamis yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.