Bupati Dony Mengajak Mencitai Sumedang dengan Sepenuh Hati

Bupati Dony Ahmad Munir mengajak warga masyarakat Sumedang bersama-sama meningkatkan partisipasi dalam membangun Sumedang.Dok-Diskominfosanditik Sumedang

KabarSunda.com- Bupati Dony Ahmad Munir mengajak warga masyarakat Sumedang bersama-sama meningkatkan partisipasi dalam membangun Sumedang.

“Meningkatkan keswadayaan, meningkatkan kegotongroyongan dalam membangun Sumedang. Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri dalam membangun ini,” kata Bupati Dony saat memberikan sambutan di Salat Subuh Berjamaah di Masjid Agung Sumedang, Selasa (21/4/2026)

Bupati Dony juga mengajak warga masyarakat bersama-sama meningkatkan rasa cinta kepada Kabupaten Sumedang.

“Rasa bangga kepada Kabupaten Sumedang.  Sebagai warga Sumedang tentunya kecintaan, kebangaan harus tertanam dalam hati masyarakat Sumedang. Kalau hatinya sudah cinta kepada Sumedang. Tanpa diminta pun akan bersama-sama untuk membangun Sumedang yang kita cintai ini” kata Dony.

Bupati Dony mengajak warga masyarakat, meningkatan rasa empati. Ketika Sumedang berprestasi, ketika Sumedang membaik.

“Bersyukur kepada Allah. Ikut bahagia, bangga. Itulah rasa empati. Ketika Sumedang ada masalah, peristiwa ada musibah. Hati tentunya empati, merasakan keprihatinan akan musibah tersebut, akan peristiwa tersebut.  Turut mendoakan dan mencari solusi atas persoalan tersebut dan saling menguatakan. Itulah hakekatnya kita sebagai warga masyarakat Sumedang,” ujarnya.

Menurutnya, ikut berbahagia ketika daerahnya baik, berprestasi dan tentunya ikut prihatin, ikut menjadi solusi ketika daerahnya menghadapi sebuah masalah.

“Tidak sebaliknya. Ketika daerahnya ada masalah malah berbahagia. Ketika daerahnya ada kebahagian justru mencibirnya. Mari tanamkan dalam hati kita sebagai warga Sumedang yang penuh kebahagiaan dan kecintaan ikut bersyukur dan berbahagia ketika Sumedang baik dan maju dan ikut prihatin ketika Sumedang ada masalah,”ujarnya.

Bupati Dony berpesan, para pemimpinnya,  ASN-nya harus menjadi teladan, role model di tengah-tengah masyarakatnya.

“Sensitif terhadap persoalan di masyarakat. Tidak tojaiah, tidak bertentangan dengan kondisi yang terjadi di masyarakat,”katanya.