KabarSunda.com- Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., mewakili Bupati Kuningan menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Barat yang digelar di kawasan wisata Arunika, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Sabtu (25/4/2026)
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi XII, serta jajaran pengurus PWNU Jawa Barat, pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM), pengurus PCNU Kabupaten Kuningan, para kiai, ulama, serta tamu undangan dari berbagai pesantren di Jawa Barat. Turut hadir pula para kiai dari berbagai pesantren di Jawa Barat seperti Buntet, Gedongan, dan Kempek.
Dalam sambutannya, Wabup Tuti menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah serta jajaran PWNU Jawa Barat atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. yang berhalangan hadir.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Momentum Halalbihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi sarana mempererat ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniah, dan ukhuwah insaniah,” ujar Hj. Tuti Andriani.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menegaskan bahwa Lembaga Bahtsul Masail memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan di tengah perkembangan zaman.
“Di era globalisasi dan digitalisasi, dibutuhkan pemikiran keagamaan yang kontekstual, moderat, dan solutif. Kami berharap melalui forum ini lahir rekomendasi yang dapat menjadi rujukan bagi masyarakat sekaligus pemerintah dalam mengambil kebijakan,” tambahnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama, khususnya dalam penguatan moderasi beragama, pembangunan ekonomi umat berbasis pesantren, serta edukasi masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XII, H. Rohmat Ardian, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran LBM sebagai lembaga kajian strategis dalam memperkuat ketahanan bangsa, baik dari aspek ideologi, ekonomi, maupun sumber daya alam.
Ia mendorong agar Nahdlatul Ulama tidak hanya kuat dalam aspek spiritual, tetapi juga mampu melahirkan generasi pengusaha dan cendekiawan yang berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
“Melalui LBM ini, saya berharap lahir pengusaha-pengusaha dari NU. Kita tidak hanya sukses dalam ibadah, tetapi juga sukses dalam ilmu, ekonomi, dan sosial. Potensi warga NU sangat besar untuk mendorong kemajuan bangsa,” ungkapnya.
Ketua PWNU Jawa Barat, KH. Juhadi Muhammad, S.H., dalam arahannya mengapresiasi konsistensi LBM sebagai salah satu lembaga paling aktif di lingkungan PWNU Jawa Barat dalam menjalankan program Bahtsul Masail.
Ia menegaskan bahwa keberadaan LBM telah memberikan kontribusi nyata dalam merespons isu-isu keagamaan dan kebangsaan, termasuk dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“PWNU Jawa Barat berkomitmen menjaga kondusivitas organisasi serta memastikan peran ulama tetap hadir dalam menjawab persoalan umat dan bangsa,” ujarnya.
Kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, menjaga persatuan, serta mendorong kemajuan daerah dan bangsa.













