Kodim Depok-Pusrehab Kemhan Fasilitasi Pengukuran Kaki Palsu bagi Penyandang Disabilitas

Pasi Log Mayor Inf Agung meninjau proses pengukuran kaki palsu untuk penyandang disabilitas di Makodim 0508/Depok, Selasa (28/04/26). (Foto: dok. Kodim Depok)

KabarSunda.com- Komando Distrik Militer (Kodim) 0508/Depok menaruh perhatian serius terhadap penyandang disabilitas.

Terbaru, jajaran prajurit TNI AD Depok ini melakukan kegiatan pengukuran kaki palsu bekerja sama dengan Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan (Pusrehab Kemhan).

Enam penyandang disabilitas yang mengikuti proses pengukuran kaki, di antaranya Nuryati, Djoli Iskandar, Heru Ariyawan, Somad, Sitihawani, dan Supardi.

Mereka mendapatkan layanan pemeriksaan dan pengukuran secara menyeluruh, guna memastikan kaki palsu yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Program ini menjadi harapan baru bagi para peserta untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri dan produktif.

Pasi Log Kodim 0508/Depok, Mayor Inf Agung menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat kelompok rentan yang membutuhkan dukungan pasca rehabilitasi.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, mendapatkan akses yang layak untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Ini bagian dari pengabdian kami agar mereka bisa kembali beraktivitas dengan lebih mandiri,” jelasnya kepada berita.depok.go.id, Kamis (30/04/26).

Tim dari Pusrehab Kemhan yang dipimpin Pujiolono bersama tenaga teknis dari Pujo Medical melakukan serangkaian tahapan, mulai dari registrasi dan pendataan, pemeriksaan kondisi fisik, hingga pengukuran detail pada bagian kaki yang diamputasi.

Proses juga dilengkapi dengan pembuatan cetakan (casting) untuk memperoleh bentuk yang presisi, sebelum dilakukan analisis desain kaki palsu yang tepat.

Mayor Inf Agung menuturkan, sinergi antara Kodim dan Pusrehab Kemhan merupakan langkah penting menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Proses pembuatan kaki palsu diperkirakan memakan waktu sekitar tiga minggu sebelum dilakukan pemasangan oleh tim Pusrehab Kemhan.

“Kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut, sehingga semakin banyak warga yang terbantu dan merasakan manfaatnya secara langsung,” tandasnya.