Mau Naik Haji di Kota Bogor Harus Daftar Tunggu 29 Tahun

KabarSunda.com- Sebanyak 441 calon jemaah haji asal Kota Bogor yang tergabung dalam kloter 10 resmi dilepas oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Masjid Raya Al Mi’raj, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu, 2 Mei 2026.

Acara pelepasan turut dihadiri Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Dedie Rachim menyampaikan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan keberkahan yang patut disyukuri, mengingat tidak semua umat Muslim memperoleh kesempatan tersebut.

“Hari ini, insyaallah bapak dan ibu telah mendapatkan keberkahan menjadi tamu Allah. Jadikan kesempatan ini sebagai pintu untuk semakin bersyukur. Saya juga mendoakan bapak dan ibu semua menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan aspirasi masyarakat, masa tunggu keberangkatan haji saat ini masih tergolong panjang, yakni mencapai sekitar 29 tahun.

Oleh karena itu, ia berharap adanya kebijakan yang dapat mempercepat proses keberangkatan sekaligus menambah kuota haji.

Data Pemerintah Kota Bogor mencatat jumlah calon jemaah haji yang masuk daftar tunggu mencapai 24.479 orang, terdiri atas 22.550 jemaah reguler dan 1.929 jemaah lanjut usia (lansia).

Dengan kondisi tersebut, estimasi masa tunggu keberangkatan mencapai hampir tiga dekade.

Dedie juga berharap pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi dapat terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji, termasuk dalam upaya penambahan kuota agar masa tunggu dapat dipersingkat.

“Atas nama Pemerintah Kota Bogor, saya menyampaikan rasa syukur dan turut berbahagia. Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji,” ucapnya.

Ia turut berpesan kepada para calon jemaah untuk menjaga niat yang ikhlas, mematuhi seluruh ketentuan, menjaga kesehatan, serta saling tolong-menolong selama berada di Tanah Suci.

“Jadilah duta Kota Bogor yang mencerminkan akhlak mulia, kedisiplinan, dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Indra Karmawan, menyampaikan bahwa jemaah termuda berusia 22 tahun, sedangkan jemaah tertua berusia 84 tahun.

“Secara umum kondisi kesehatan jemaah dalam keadaan baik. Insyaallah tahun ini pelayanan juga lebih tertata dan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya bagi jemaah yang tergabung dalam embarkasi JKS Bekasi,” ujar Indra.

Ia juga mengingatkan bahwa suhu udara di Tanah Suci diperkirakan mencapai 45 hingga 48 derajat Celsius, sehingga para jemaah diminta mempersiapkan diri secara optimal, baik dari segi fisik, mental, maupun kebutuhan pendukung lainnya.

Para jemaah haji Kota Bogor dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Juni 2026 setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji.