KabarSunda.com- Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung (FEB Unisba) mendorong santri di Pesantren Situwangi, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut jadi wirausaha dengan membangun perusahaan rintisan atau startup.
Mereka selama satu bulan akan memberikan pelatihan wirausaha hingga praktik bisnis kepada para santri.
Ketua tim pelaksana, Prof Sri Suwarsi mengatakan, pihaknya melaksanakan initiation and start up business program untuk model pengembangan wirausaha santri.
Ia menyebut, program pengabdian kepada masyarakat tersebut bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Program ini akan dijalankan selama satu bulan penuh dengan sistem pembelajaran yang terstruktur dengan muatan materi teori 30 persen, selanjutnya materi praktik 70 persen,” ucap dia, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia mengatakan, materi praktik yang akan dijalani santri mencakup presentasi bisnis, tes pasar, festival bisnis hingga ajang kompetisi dengan penilaian oleh juri independen.
Tahap pertama, jelas dia, kegiatan diawali dengan diskusi terbatas dan sosialisasi program.
Dilanjutkan dengan pelatihan kewirausahaan secara terstruktur, inovatif dan kreatif dengan sistem kurikulum yang telah teruji keberhasilannya. Para santri bakal dipandu dosen berpengalaman dan didampingi asisten mahasiswa.
Langkah berikutnya, ia mengatakan para santri bakal diajak berpraktik bisnis.
Mereka diminta menerjemahkan ide bisnis ke dalam produk nyata dibimbing guru kewirausahaan sekolah masing-masing dan didampingi asisten dari mahasiswa yang ditunjuk tim PKM LPPM Unisba.
“Praktik bisnis dilaksanakan dengan opsi di sekolah, di kampus atau di tempat mitra, atau di tempat yang telah disepakati bersama,” ungkap dia.
Terakhir, ungkap dia, para santri yang mengikuti kegiatan akan diberi modal.
Dengan pemberian modal tersebut, diharapkan santri pesantren dapat merealisasikan ide-ide menjadi produk yang siap di jual di pasar.
Sri berharap, kegiatan ini menjadi model pembelajaran siswa pesantren di masa mendatang.
Setelah program ini selesai, outputnya memperbaiki modul pengajaran yang bisa digunakan pesantren-pesantren dalam mengajarkan kewirausahaan ke santri.
Ia menambahkan tim terdiri atas ketua dan dua anggota dosen yaitu Dr Kania Nurkholisah dan Dra Ririn Sri Kontorini M Hum. Ditambah lima orang tim dari mahasiswa S1 dan S3.











