Mushola Ar-Rahmat Hidupkan Semangat Subuh Berjamaah dan Berbagi

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang juga Jamaah Subuh Ar Rahmat (JASURA) menuturkan, bahwa waktu Subuh adalah momen untuk mengetuk pintu langit serta menjemput keberkahan.Dok-Diskominfo Kuningan

KabarSunda.com- Mushola Ar-Rahmat yang berada di lingkungan Pendopo Kabupaten Kuningan ramaikan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah (SSB) Berbasis Komunitas yang digagas Komunitas Jamaah Subuh Ar Rahmat (JASURA) bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kuningan.

Gerakan yang dikemas dalam program SSB berbasis komunitas, sementara ini dilakukan setiap hari Rabu. Kali ini Rabu (13/5/2026) dari komunitas Kepala Kelurahan dan Camat wilayah perkotaan.

Dr. Iim Suryahim, S.SI, ,. M.Pd. dalam tausiahnya membahas pentingnya meluruskan niat. Harapannya,  agar senantiasa menata niat dalam segala aktivitas agar semuanya bernilai ibadah di sisi Allah.

“Segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah, sehingga niat harus dikembalikan sepenuhnya karena Allah,” jelasnya.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang juga  Jamaah Subuh Ar Rahmat (JASURA) menuturkan, bahwa  waktu Subuh adalah momen untuk mengetuk pintu langit serta menjemput  keberkahan.

“Tantangan terberat saat Subuh adalah melawan rasa malas dan mengantuk,  namun hal ini penting adalah membentuk kedisiplinan mengawali menjalankan tugas/pekerjaan,” ungkapnya.

​Ia  berpesan agar bekerja tidak hanya dimaknai sebagai mencari nafkah, tetapi juga sebagai sarana ibadah, mencari keberkahan, dan membentuk pribadi yang bermanfaat.

Salah seorang jemaah JASURA yang juga Camat Garawangi, Maryanto, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari hakikat dan makna sholat Subuh sebagai ibadah pembuka hari yang mengandung kekuatan spiritual, pembentukan karakter disiplin, serta fondasi keberkahan hidup.

Menurutnya, sholat Subuh bukan sekadar kewajiban ibadah di awal hari, tetapi juga memiliki nilai spiritual, sosial, dan psikologis yang sangat mendalam.

“Sholat Subuh melambangkan kemenangan melawan hawa nafsu, menjadi tanda keimanan yang kuat, serta menghadirkan perlindungan Allah SWT sepanjang hari,” katanya.

Ia menjelaskan, sholat Subuh berjamaah juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun masyarakat yang peduli dan berdaya.

Selain itu, kebiasaan bangun pagi dan melaksanakan sholat Subuh dinilai mampu melatih disiplin waktu, membentuk pola hidup sehat, serta meningkatkan fokus dan semangat dalam beraktivitas.

Maryanto menuturkan, gerakan tersebut mengusung tema “Membangun Insan yang Ikhlas dan Peduli Sesama” sebagai upaya mewujudkan masjid yang berdaya dan umat yang bahagia.

Disebutkannya, program yang dijalankan di antaranya, Sholat Subuh Berjamaah dengan konsep One Day One Community yang melibatkan pejabat instansi pemerintah, forum SKPD, kepala bagian, camat, lurah, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, komunitas sosial,  para pengusaha, hingga masyarakat umum.

JASURA Peduli melalui gerakan Sedekah Subuh bertajuk KOTAK SORABI (Sodaqoh Raih Bahagia) dan Ceramah agama yang menghadirkan para ulama di Kabupaten Kuningan.

“Program ini diharapkan mampu menumbuhkan dan menguatkan nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, kepedulian sosial, disiplin, serta semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Ini menjadi harapan dan impian komunitas jemaah JASURA Pendopo Kuningan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, gerakan tersebut diarahkan untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat aktivitas umat, bukan hanya tempat ibadah semata.

Ke depan, program juga akan diisi dengan kajian ilmu Al-Qur’an secara tematik melalui kegiatan One Day One Tematik. “Prinsipnya sederhana, datang ke masjid saat Subuh, sholat berjamaah, lalu istiqomah,” ucapnya.

Maryanto berharap gerakan Subuh berjamaah dapat memperkuat solidaritas sosial sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat religius, berdaya, dan bermartabat menuju Kuningan Melesat.