Soal MBG dan Koperasi Desa, Sekda Jabar Herman: Harus Gerakkan Ekonomi Daerah

KabarSunda.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengingatkan dua program prioritas Presiden, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), berpotensi tidak memberi dampak ekonomi signifikan jika pelaksanaannya tidak dikawal secara serius.

Padahal, di tengah capaian positif sejumlah indikator makro daerah, kedua program itu dinilai bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, anggaran MBG yang diperkirakan mencapai sekitar Rp50 triliun saat seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat beroperasi harus berputar di dalam daerah melalui keterlibatan petani, peternak, UMKM, dan pelaku usaha lokal.

“Kalau seluruh SPPG sudah berjalan di Jawa Barat, dana yang bergulir bisa mencapai sekitar Rp50 triliun. Ini angka yang luar biasa. Tetapi uang itu harus benar-benar berputar di masyarakat Jawa Barat. Jangan sampai terjadi capital out flight. Yang kita inginkan justru capital in flight, uang masuk dan berputar di daerah,” kata Herman usai Rapat Koordinasi Regional Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan 10 Program Direktif Presiden di Grand Sunshine Resort and Convention, Kabupaten Bandung, Jumat (26/6/2026).

Menurut Herman, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari meningkatnya kualitas gizi penerima manfaat, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Ia menyebut, untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat satu persen dibutuhkan perputaran dana sekitar Rp150 triliun, sedangkan MBG berpotensi menggerakkan sekitar Rp50 triliun.

“Kalau uangnya benar-benar berputar di lapangan, MBG berpotensi memberikan tambahan sekitar 0,3 persen terhadap laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Karena itu supply chain dan ekosistemnya harus dibangun dengan baik,” ujarnya.

Ia meminta seluruh kebutuhan bahan baku MBG dipenuhi dari potensi lokal agar manfaat ekonominya dirasakan langsung masyarakat.

“Jangan sampai bahan-bahan justru didatangkan dari luar daerah, apalagi dari provinsi lain. Optimalkan potensi yang ada di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Herman juga mengungkapkan sekitar separuh dari lebih dari 6.000 SPPG di Jawa Barat telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Pemerintah menargetkan seluruh dapur MBG memenuhi standar tersebut.

Selain MBG, Pemprov Jabar menilai tantangan terbesar kini berada pada operasional Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut Herman, pembentukan koperasi secara administratif sudah berjalan baik, namun keberhasilan program akan ditentukan saat koperasi mulai beroperasi dan mampu bertahan.

“Administrasi sudah bagus. Sekarang pekerjaan rumahnya bagaimana koperasi ini benar-benar bergerak dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat,” katanya.