RAGA Serukan Keharmonisan, Tolak Politisasi dan Adu Domba Tampuk Pimpinan Kota Bandung  

Ketua RAGA,Kang Ogi.Dok-Narsum

KabarSunda.com- Di tengah derasnya arus informasi dan spekulasi di media sosial mengenai hubungan dua pucuk pimpinan Kota Bandung antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung M Farhan dan H.Erwin mendapat perhatian serius dari Rumah Asiprasi Warga (RAGA).

Rumah aspirasi warga (RAGA) Kota Bandung mengambil sikap tegas untuk menjadi penyejuk suasana kepemimpinan Kota Bandung kedepan, “tidak bisa jalan sendiri-sendiri, karena janji politik kemasyarakat Kota Bandung secara bersama-sama,makanya mereka terpilih,”kata Kang Ogi Ketua RAGA kepada media di Bandung,Selasa (29/9/2026).

Kang Ogi menilai,  bahwa isu ketidakharmonisan yang beredar saat ini harus disikapi dengan kebijaksanaan dan kepala dingin, bukan dengan narasi provokatif yang justru dapat merugikan kepentingan warga Kota Bandung secara luas,harapnya.

“Kami dari RAGA melihat ini sebagai dinamika biasa dalam sebuah kepemimpinan. Perbedaan cara pandang dalam bekerja itu wajar. Yang tidak wajar adalah jika perbedaan itu kemudian dibingkai menjadi sebuah perpecahan dan digoreng untuk kepentingan politik tertentu”.

“Kami percaya Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota masih berada dalam satu koridor pengabdian yang sama, yaitu untuk melayani warga Bandung,” ujar Ogi.

Menurutnya, Kota Bandung saat ini dihadapkan pada pekerjaan rumah yang jauh lebih penting dan mendesak daripada sekadar mengurusi gosip politik.

Persoalan klasik seperti penanganan banjir, pengelolaan sampah, penertiban parkir liar yang meresahkan, penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) yang harus tepat sasaran, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Kesemua itu membutuhkan kekompakan penuh dari pucuk pimpinan Kota Bandung, berbagi tugas jauh lebih ringan memenuhi janji politik kemasyarakat ketimbang jalan sendiri-sendiri,harap Kang Ogi.

“Jangan sampai isu yang belum tentu kebenarannya ini justru menghambat program-program kerakyatan. Warga butuh solusi, bukan tontonan drama politik. Stabilitas politik di Balaikota adalah kunci utama kondusifitas dan percepatan pembangunan di Kota Bandung,” tegasnya.

Oleh karena itu, RAGA menyatakan sikap resmi sebagai berikut:

Pertama, RAGA secara tegas menolak segala bentuk upaya adu domba, politisasi, dan provokasi yang bertujuan untuk memecah belah kekompakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung. Kami mengutuk narasi-narasi yang sengaja diciptakan untuk menciptakan ketidakstabilan.

Kedua, RAGA mendukung penuh kepemimpinan yang harmonis, kompak, solid, dan saling mengisi. Wali Kota dan Wakil Wali Kota adalah satu paket kepemimpinan yang dipilih secara demokratis oleh rakyat. Keduanya adalah simbol persatuan yang harus dijaga marwah dan kehormatannya bersama.

Ketiga, RAGA mengajak seluruh elemen masyarakat, rekan-rekan LSM, Ormas, tokoh masyarakat, serta insan media untuk bersama-sama menahan diri, tidak mudah terprovokasi, dan tidak ikut menyebarkan narasi perpecahan. Mari kita jaga ruang publik tetap adem, santun, dan bermartabat.

Keempat, Sebagai mitra kritis dan konstruktif Pemerintah Kota Bandung, RAGA melalui program RUMAH ASPIRASI WARGA  siap menjadi jembatan komunikasi. Kami siap menampung, memverifikasi, dan membedah setiap persoalan warga untuk kemudian kami sampaikan kepada Pemkot sebagai usulan solusi, bukan sebagai bahan untuk memanaskan suasana.

“Bandung ini adalah rumah besar kita. Filosofi Sunda mengajarkan kita untuk Ngariung, untuk berkumpul dan bermusyawarah. Jika pimpinannya adem, harmonis dan kompak, maka warganya pun akan merasa nyaman, aman, dan sejahtera. Itulah esensi dari Bandung yang Berkeadilan,” pungkas Ogi.

RAGA berharap dengan pernyataan sikap ini, semua pihak dapat kembali fokus pada agenda utama, yaitu membangun Kota Bandung yang lebih baik, maju, dan bermartabat untuk semua.

RAGA (Rumah Aspirasi warga) adalah wadah berhimpunnya para aktivis yang berkomitmen untuk menjadi mitra kritis, konstruktif dan solutif bagi pemerintah dalam mengawal program kerakyatan dan menjaga kondusifitas wilayah.