KabarSunda.com- Ada sejumlah nama yang disampaikan oleh Ketua LSM Triga Nusantara Indonesia (Trinusa) Ait M Sumarna dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait realisasi beban promosi umum dan produk bank di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) pada tahun 2021, 2022 dan semester I 2023.
Ketiga oknum tersebut mempunyai peran penting di Bank BJB, yang pertama Mantan Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi sehari sebelum sperindik keluar mengundurkan diri, yang kedua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang selaku Divisi Corporate Sekretary (Corsec) Widi Hartoto, dan yang ketiga Mantan Direktur Keuangan Bank BJB Nia Kania. Kata Ait Kepada KabarSunda.com,Senin,10 Maret 2025.
Lanjut Ait, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menarik benang merahnya dulu, sebab mata rantai dugaan korupsi penempatan iklan Bank BJB peran ketiga oknum tersebut sudah pasti mengetahuinya. Sehingga KPK tidak perlu berlama-lama.
Walaupun didalam mengungkap skandal korupsi ini tidak gampang, selain anggarannya besar, juga pihak yang diduga terlibat tidak hanya satu atau dua orang,melainkan ini korupsi berjamaah. tetapi ketiga nama oknum ini boleh dikatakan sebagai kunci skandal korupsi di Bank BJB.
Tambah Ait, itu dari sisi pengambil kebijakan di Bank BJB, sementara untuk pihak swasta dan Mantan Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil yang rumahnya hari ini di Jalan Gunung Kencana, RT06/RW06, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, didatangi petugas dari KPK adalah bagian dari mata rantai dugaan tindak pidana korupsi Penempatan iklan Bank BJB.
Dari realisasi beban promosi umum dan produk bank tersebut, di antaranya Rp 801.534.054.232 dikelola oleh Divisi Corporate Secretary (Corsec) Widi Hartoto dengan rincian Rp 341.889.544.020 dikerjasamakan enam agensi yang di mark-up persi KPK Rp200 Miliar. Berikut rincian enam agensi mendapatkan paket iklan Bank BJB :
Surat nomor 33a/PDTT_BJB/Terinci/11/2023 tanggal 22 November 2023 dan surat nomor 67a/PDTT_BJB/Terinci/12/2023 tanggal 6 Desember 2023 kepada PT Cipta Karya Sukses Bersama (CKSB) media TV tahun 2021 Rp 6.095.826.000, tahun 2022 Rp 42.157.327.160, tahun 2023 Rp 30.215.182.252. Totalnya Rp 78.468.335.412.
Surat Nomor 33b/PDTT_BJB_Terinci/11/2023 tanggal 22 November 2023 dan Surat Nomor 67b/PDTT_BJB_Terinci/12/2023 tanggal 6 Desember 2023 kepada PT Cipta Karya Mandiri Bersama (CKMB) media TV tahun 2021 Rp 30.002.847.732.
Surat Nomor 68a/PDTT_BJB/Terinci/12/2023 tanggal 6 Desember 2023 dan Surat Nomor 110a/PDTT_BJB/Terinci/12/2023 tanggal 13 Desember 2023 kepada PT Antedja Muliatama (AM) Media Cetak (2021) Rp 26.636.816.620 (2022) Rp.35.279.937.015 (2023) Rp 26.835.401.481, total Rp 88.752.155.116.
Surat Nomor 68b/PDTT_BJB/Terinci/12/2023 tanggal 6 Desember 2023 dan Surat Nomor 110b/PDTT_BJB/Terinci/12/2023 tanggal 13 Desember 2023 kepada PT Cakrawala Kreasi Mandiri (CKM) Media Cetak tahun 2021 Rp 13.641.946.370, Media Digital tahun 2022 Rp 34.138.261.804, tahun 2023 Rp 25.789.006.398, total Rp 59.927.268.202.
Surat Nomor 68c/PDTT_BJB/Terinci/12/2023 tanggal 6 Desember 2023 dan Surat Nomor 110c/PDTT_BJB/Terinci/12/2023 tanggal 13 Desember 2023 kepada PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WSBE) Media Cetak 2021 Rp 6.630.702.340, (2022) Rp 16.086.829.064, (2023) Rp 10.215.334.988 dan untuk Media Digital tahun 2021 Rp 7.700.000.000, tahun 2022 Rp 600.000.000, jumlah keseluruhan Rp 41.232.866.392.
Surat Nomor 68d/PDTT_BJB/Terinci/12/2023 tanggal 6 Desember 2023 dan Surat Nomor 110d/PDTT_BJB/Terinci/12/2023 tanggal 13 Desember 2023 kepada PT BSC Advertising (BSCA) Media Cetak tahun 2021 Rp 400.000.000 untuk Media Digital tahun 2022 Rp 16.264.124.800 dan tahun 2023 Rp 13.199.999.996, total Rp 29.464.124.796.
“Sementara data laporan ke Kejaksaan Negeri Bandung bukan enam agensi melainkan delapan agensi: CV Global Pariwara Nusantara (GPN), Lumiere branding (LB)”.jelasnya.













