Dedi Mulyadi Tutup Permanen Tambang-tambang Besar di Jabar, Salah Satunya Galunggung

KabarSunda.com-  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menutup pertambangan di Jawa Barat yang berpotensi menyebabkan musibah serta merusak lingkungan.

Dedi mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi pertambangan yang merusak lingkungan dan berpotensi bencana alam. Namun ia tidak menyebutkan lokasi-lokasinya.

“Ada sekitar 10 tambang besar yang akan ditutup,” kata Dedi dikutip dari Kompas.com, Senin, 2 Juni 2025.

Apakah termasuk di Galunggung di Tasikmalaya? “Ya, itu salah satunya,” jawab Dedi.

Kemudian Dedi juga meminta Perhutani untuk menghentikan KSO pertambangan di areal hutan

“Dan, Perhutani harus mengembalikan fungsi hutan,” tandas Gubernur.

Sebelumya, menyusul insiden longsor yang menewaskan belasan penambang di tambang galian C Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah tegas, yakni menutup secara permanen tambang yang dianggap tidak memenuhi standar keselamatan kerja tersebut.

“Saya sudah memerintahkan Kepala Dinas ESDM Jabar dan jajaran yang saat ini berada di lokasi untuk menutup tambang tersebut untuk selamanya,” tegas Gubernur Dedi dalam keterangan resminya, Jumat, 30 Mei 2025.

Keputusan itu diambil setelah dua dari 10 penambang yang tertimbun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Delapan lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Dedi mengungkapkan bahwa ia pernah mengunjungi tambang tersebut sebelum menjabat sebagai gubernur dan menemukan bahwa kegiatan penambangan tidak memenuhi standar keamanan.

Namun, karena izin operasi tambang masih berlaku hingga Oktober 2025 dan dirinya belum memiliki kewenangan saat itu, penambangan tetap berlangsung.

“Saya lihat galian C itu berbahaya karena tidak memenuhi unsur standarisasi keamanan bagi pegawainya. Tapi karena sudah berizin, dan saya belum punya kapasitas apapun, maka tambang itu masih berjalan,” ujarnya.

Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas korban jiwa dalam tragedi ini. “Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya. Mereka adalah warga yang sedang bekerja keras demi menghidupi keluarganya, meski harus menghadapi risiko besar.”

Penutupan permanen ini, menurut Dedi, menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak bahwa usaha apa pun, terutama di sektor pertambangan, harus menjadikan keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan mengevaluasi seluruh aktivitas tambang di wilayahnya, terutama yang beroperasi di kawasan rawan bencana atau memiliki catatan keselamatan kerja yang buruk.