Volume Kendaraan di GT Cileunyi Bandung Meningkat Drastis, Terpantau 11 Ribu Kendaraan

Arus lalu lintas di Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami kepadatan dan peningkatan drastis pada H-2 Lebaran atau Jumat malam, 28 Maret 2025.

KabarSunda.com- Arus lalu lintas di Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami kepadatan dan peningkatan drastis pada H-2 Lebaran atau Jumat malam, 28 Maret 2025.

Puluhan ribu kendaraan terpantau melintas baik itu yang menuju gate tol ataupun keluar.

Terlihat sempat terjadi antrean kendaraan yang mengarah ke jalur Rancaekek hingga Nagreg.

Sejumlah petugas pun terus melakukan penjagaan dan penguraian arus lalu lintas.

Kapolresta Bandung, Kombes Aldi Subartono mengatakan, peningkatan volume kendaraan telah terjadi sejak sore hingga malam hari.

Dia bahkan mencatat belasan ribu kendaraan melintas keluar dari exit Tol Cileunyi.

“Dapat kami informasikan bahwa dari pukul 15.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB ini yang keluar GT Cileunyi ini lebih kurang 11 ribu, atau naik sekitar 11 persen,” kata Aldi di Pos Pelayanan Cileunyi, Jumat malam, 28 Maret 2025.

Dia menjelaskan puluhan ribu kendaraan telah melintas hingga pukul 21.00 WIB.

Oleh karena itu, petugas kepolisian terus melakukan penjagaan di sepanjang jalur tersebut.

“Total kendaraan yang sudah keluar GT Cileunyi dari ini hari sampai pukul 21.00 WIB ada sejumlah 33.403 unit,” ungkap perwira menengah Polri itu.

Aldi membenarkan informasi bahwa jalur Exit Tol Cileunyi sempat terjadi kepadatan.

Namun, petugas bergerak cepat melakukan penguraian sehingga arus lalu lintas tidak sampai berhenti total.

“Tadi kita melihat sendiri, terjadi kepadatan. Namun, alhamdulillah, karena kesigapan personel di lapangan ini bisa dikendalikan, sehingga arus tetap berjalan dan roda berputar,” paparnya.

Menurut Aldi, di jalur Nagreg pun sempat terjadi kepadatan pada sore hingga menjelang buka puasa. Dia menjelaskan bahwa hal itu disebabkan karena adanya aktivitas salah satu pabrik.

“Sore tadi kita lihat ada penumpukan (Nagreg). Ini dikarenakan memang di daerah pabrik ada bubaran atau selesai kerja sore hari juga menjelang bula puasa di beberapa rumah makan di wilayah Garut juga,” ucapnya.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan Polres Sumedang dan Garut guna mengurai kepadatan di sepanjang jalur mudik.

“Iya, artinya kami untuk arus ini, kan, tidak bisa berdiri sendiri. Ada imbas dari wilayah lain, termasuk Garut dan Sumedang sehingga koordinasi Polres lain terus dilaksanakan. Ini untuk mengendalikan wilayah-wilayah yang berkaitan atau berkolaborasi,” tuturnya.

Dia mengungkapkan puncak arus mudik diprediksikan telah terjadi pada H-4 sebelumnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan pada H-2  kali ini akan terjadi lonjakan di jalur mudik.

“Untuk puncak (arus mudik) kami memprediksi kemarin ya. Namun, hari ini kami mengantisipasi masyarakat yang mudik buka puasa atau nanti dini hari yang selesai makan sahur. Nah, jadi kami antisipasi mudik setelah buka puasa dan makan sahur,” ungkapnya.

Aldi menambahkan saat ini belum melaksanakan cara bertindak (CB). Saat ini, ujar dia, para petugas baru melakukan penguraian di sepanjang jalur.

“Sejauh ini, untuk CB-CB seperti one way sepenggal itu belum kami laksanakan. Kami nilai dan lihat, belum perlu. Ini masih cukup kami turunkan tim urai untuk mengatur arus lalin,” ungkapnya.