KabarSunda.com- Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat melakukan sejumlah persiapan menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah.
Hari Raya Iduladha tahun ini jatuh pada 10 Zulhijah atau Jumat (6 Juni 2025). Masjid milik Provinsi Jawa Barat itu, bakal menyambut sekitar empat ribu jemaah yang akan melaksanakan salat id.
Ketua Panitia Iduladha Pusdai Jabar Dede Alikharudin mengatakan, persiapan menjelang saat id dimulai selepas ba’da Maghrib ini.
“Untuk salat id Insya Allah kami akan mengadakan di Pusdai dan persiapannya kegiatan dimulai menjelang Maghrib. Kami bersih-bersih, terus pasang karpet, juga tentu sound system semua sudah harus ready,” kata Dede di Kantor Sekretariat DKM Masjid Pusdai Jabar dikutip dari JPNN, Kamis, 5 Juni 2025.
Dede menuturkan, Masjid Pusdai Jabar berkapasitas empat ribu orang. Jumlah jemaah yang datang saat salat id biasanya akan mendekati batas maksimum ruangan.
“Kalau full sekitar empat ribuan, kalau meluber ke luar bisa lebih dari empat ribu,” ucap dia.
Salat id di Masjid Pusdai Jabar akan diisi penceramah dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung oleh H Agus Salman Munawir.
“Tema khutbahnya: Berkurban untuk Ritual dan Kesalehan Sosial,” ucap dia.
Tahun Ini Hanya Dititipkan 3 Ekor Sapi
Dede menuturkan, untuk penyembelihan hewan kurban, tahun ini Pusdai hanya dititipkan tiga ekor sapi saja. Jumlah ini terbilang menurun dari tahun sebelumnya.
Rencananya, sapi kurban itu akan disembelih keesokan harinya atau pada Sabtu (7 Juni 2025) di Masjid Pusdai Jabar.
“Tiga sapi ini berasal dar jemaah Pusdai, kedua dari salah satu bank, dan dari Pusdai sendiri,” ucap dia.
Menurut Dede, sedikitnya jumlah partisipasi jemaah yang menitipkan hewan kurban dikarenakan Pusdai, hanyalah masjid transit bukan masjid yang ada di permukiman warga.
Warga cenderung menitipkan hewan kurbannya ke masjid di sekitar kediamannya.
“Karena Pusdai ini masjid transit bukan penduduk, sehingga yang menitipkan relatif terbatas,” tuturnya.
Lebih lanjut, panitia menyediakan 750 sampai 800 paket daging kurban yang akan dibagikan kepada fakir miskin.
Nantinya, warga akan mendapatkan nomor antrean untuk bisa mendapatkan paket daging kurban.
“Sistemnya masyarakat yang hadir diberi kartu antrean saja,” imbuhnya.













