KabarSunda.com- Hari pertama menjabat, Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang baru dilantik, Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi, langsung tancap gas.
Keduanya memimpin apel perdana sekaligus menandatangani tiga Peraturan Bupati (Perbup) penting di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis pagi, 5 Juni 2025.
Apel perdana ini menjadi momen simbolik sekaligus awal dari implementasi visi dan janji politik keduanya. Kegiatan tersebut diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan mengenakan seragam batik khas daerah.
Tiga Perbup yang ditandatangani langsung oleh Bupati Cecep Nurul Yakin meliputi ; Penyesuaian Jam Kerja ASN, Instruksi Salat Berjamaah di Masjid untuk Pegawai, serta Gerakan Kebersihan dan Kepedulian Lingkungan.
“Ini bukan sekadar seremoni. Tiga peraturan ini adalah bagian dari komitmen saya sejak masa kampanye. Kami ingin birokrasi yang disiplin, religius, dan bersih, sesuai dengan jati diri Tasikmalaya sebagai kota santri,” tegas Cecep.
Dalam peraturan baru tersebut, jam kerja ASN dimulai pukul 07.30 WIB, dengan waktu istirahat mulai pukul 11.45 WIB. Uniknya, disediakan waktu khusus selama 15 menit bagi pegawai untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid.
“Tasikmalaya ini dikenal sebagai kota yang religius. Salat adalah tiang agama. Maka ASN harus memberi contoh nyata, jangan sampai masjid-masjid kosong,” ucap Cecep, yang juga menyinggung pentingnya menjaga fasilitas ibadah agar tetap layak dan bersih.
Lebih jauh, Cecep menegaskan bahwa kebersihan lingkungan akan menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya bersama Wakil Bupati Asep Sopari.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk tidak hanya mengedepankan slogan “Kota Santri”, tetapi juga menjadikannya budaya yang hidup dalam praktik sehari-hari.
“Jangan sampai WC kantor mampet, airnya kotor, dan lingkungan kerja tidak terawat. Ini bukan hanya soal estetika, tapi soal etika dan tanggung jawab kita,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Cecep juga menyampaikan pesan tegas kepada seluruh ASN untuk meningkatkan disiplin dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menekankan bahwa keberadaannya di kursi pemerintahan adalah hasil mandat rakyat, dan tanggung jawab itu harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
“Kami turun langsung ke kampung-kampung saat kampanye, mendengar aspirasi masyarakat. Salah satu yang paling sering disampaikan adalah soal infrastruktur jalan. Maka saya pastikan, anggaran pembangunan (APBD) ke depan akan banyak diarahkan untuk memperbaiki dan membangun jalan-jalan di desa,” pungkasnya.
Langkah cepat ini menjadi sinyal bahwa duet Cecep–Asep tidak ingin berlama-lama dalam euforia pelantikan.
Mereka memilih langsung kerja, menunaikan janji, dan membuktikan bahwa kepemimpinan yang kuat dimulai dari tindakan nyata.











